Beranda – Salin

Apa yang Kau Bawa Untuk-Ku

Inten dan Nurul, 22 April 2005 Pada Hari Kebangkitan, al-Haqq akan bertanya: "Telah Kuberikan kesempatan untukmu, apa yang kau bawa untuk-Ku? Dengan amal apakah kau jelang ajalmu? Untuk keperluan apa, makanan dan kekuatanmu dihabiskan? Kilau dimatamu, kemanakah telah engkau redupkan? Kemanakah dicurahkannya ke lima inderamu? Telah engkau habiskan penglihatan, pendengaran, kecerdasan dan daya ilahiah murni yang kau warisi; apa yang telah kau peroleh dari bumi? Telah Ku-beri engkau tangan dan kaki, sebagai cangkul dan bajak untuk mengolah lahan amal-shaleh. Tidaklah tangan dan kakimu itu mewujud sendiri." Sumber:Matsnavi III: 2149-2153Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh R. A. Nicholson.Juga diterjemahkan Camille dan Kabir Helminski,dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Books,…
Read More
Pantulan Cahaya yang Mempesonamu

Pantulan Cahaya yang Mempesonamu

refleksi laut, matahari oleh voshod-plyazh-oblaka-zerkalo Sang hamba kecintaan makhluk, yang dulu disanjung-puji dunia, kini malah ditalaknya, gerangan apa salahnya? Itu karena dia memakai baju pinjaman, dan lalu bersikap seolah memilikinya. Kami mengambilnya kembali, agar dia menjadi yakin, bahwa semua khazanah itu milik Kami, dan mereka yang cantik-molek itu hanyalah para peminjam; sehingga dia paham bahwa jubah-wujud itu hanyalah sebuah pinjaman, seberkas cahaya dari Matahari Wujud. Semua keindahan, kuasa, kebajikan dan kesempurnaan yang hadir ditempat ini bersumber dari Matahari Kesempurnaan. Berkas-berkas cahaya Sang Matahari itu, kini kembali pulang, bagaikan berputarnya bintang-bintang, meninggalkan dinding-dinding ragawi ini. Ketika cahaya matahari telah surut, semua…
Read More
Dikembalikan ke Serendah-rendah Keadaan

Dikembalikan ke Serendah-rendah Keadaan

Saat mengenang seorang sahabat di Cikutra Keindahan,yang diwarisi manusia dari Adam,yang kepadanya para malaikat bersujud,segera luruh,bagaikan jatuhnya Adam dari al-Jannah.Keindahan menjerit:"Mengapa? Setelah aku cemerlang,kini memburam?"Dia menjawab:"Salahmu adalah karena engkau hidupterlalu lama."Jibril menyeretnya, seraya berkata:"Pergilah dari al-Jannah ini,enyahlah engkau dari majelis indah ini."Ia bertanya:"Apa gerangan maksud dari direndahkansetelah aku sebelumnya dimuliakan?" [1]Jibril menjawab:"Dimuliakannya engkau adalah sebuahpemberian dari-Nya,sedangkan rendahnya engkau kini adalahpenghakiman-Nya atas nilai sebenarnya dirimu."Ia menjerit:"Wahai Jibril, bukankah telah bersujud engkau, [2]sebelumnya, dengan sepenuh dirimu,mengapa sekarang kau usir aku dari al-Jannah?""Jubahku tanggal, [3]ketika guncangan ini menimpaku,bagai daun kurma rontok di musim gugur."Wajah cerah berseri bak rembulan,jadi keriput bagaikan punggung kadal gurun,ketika…
Read More
Rintihan Seruling Bambu

Rintihan Seruling Bambu

berjajar bambu di depan Bale Ihya al-Ghazali, Mandalasari,Desember 2013 Dengarkanlah suara seruling bambu Menyayat rintihannya, lantunkan perihnya perpisahan: "Sejak direnggut aku dari rumpunku dulu, ratapan pedihku telah membuat berlinang air-mata orang. Kuseru mereka yang tersayat hatinya karena perpisahan. Karena hanya mereka yang pahami sakitnya kerinduan ini. Mereka yang tercerabut dari tanah-airnya merindukan saat mereka kembali. Dalam setiap pertemuan, bersama mereka yang tengah gembira atau sedih, kudesahkan ratapan yang sama. Masing-masing orang hanya dapat mendengar sesuai pengetahuannya sendiri-sendiri. Tak ada yang mencari lebih dalam tentang rahasia didalam diriku. Rahasiaku tersembunyi didalam rintihanku, mata-telinga tak bercahaya takkan mampu memahaminya." Desah seruling bersumber…
Read More
Lenyapnya Bayangan

Lenyapnya Bayangan

Demikian lah keadaan sang pencari yang mendambakan Hadirat Rabb-nya. Ketika Rabb tampil, sang hamba sirna. Walaupun penyatuaan dengan Rabb itu keabadiaan di atas keabadian, tapi pertama-tama itu berarti matinya sang hamba dari dirinya sendiri. Bayangan yang mencari Cahaya lenyap, ketika Cahaya-Nya tampil. Bagaimana akal akan bertahan ketika Dia memerintahkannya pergi? Semuanya sirna kecuali wajah-Nya. [1] Dihadapan wajah-Nya, musnah semua wujud dan ketiadaan: sungguh mencengangkan wujud di dalam ketiadaan. Pada hadirat ini, semua akal lenyap: ketika pena mencapai titik ini, patahlah ia. Catatan:[1]  Lihat QS al-Qashash [28]: 88. Sumber:Rumi: Matsnavi III: 4658 - 4663Dari terjemahan ke Bahasa Inggrisoleh Camille dan Kabir Helminski;berdasarkan terjemahan…
Read More
Tentang Ketertarikan

Tentang Ketertarikan

Menyembah Sapi Emas, lukisan Esteban March, sekitar 1650 Musa kalimullah as, menegur seseorang; yang sedang mabuk kepayang menyembah anak-sapi emas: “Kemana perginya keraguanmu? Biasanya engkau sangat kritis padaku. Laut Merah membelah. Manna dan salwa turun setiap hari, di gurun liar, selama 40 tahun. Sebuah mata-air memancar dari batu. Kau telah saksikan sendiri semua itu, tapi tetap kau tolak adanya kenabian. Lalu Samiri, si tukang sihir, melakukan satu tipuan yang membuat anak-sapi emas menguak, dan segera engkau membungkuk! Apa yang patung hampa itu perdengarkan? Apakah kau tangkap gema dari kehampaanmu sendiri?” Begitulah ketertarikan berlangsung: orang yang tak-kenal nilai terpesona pada hal…
Read More
Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Gambaran Nabi Ibrahim dalam api, Sumber: The Miniatures of the Zubdat Al- TawarikhMFA- The Miniatures of the Zubdat-al-Tawarikh (bilkent.edu.tr) Sudah menjadi Kehendak dan Keputusan Dia, sang Maha Pengampun, untuk memperkenalkan dan menyingkapkan Diri-Nya. Tetapi takkan sesuatu dikenali kecuali jika ada lawannya, dan Raja tak-Tertandingi itu tak terbandingkan. Maka diangkatnya seorang khalifah, seorang insan pemilik qalb, agar menjadi cermin yang menampikan kedaulatan-Nya. Lalu dilimpahkan padanya kemurnian tak-terhingga, dan dari kebalikannya ditampilkan lawannya, yang berasal dari kegelapan. Berkibar dua panji berlawanan, putih dan hitam: yang pertama Adam; dan lainnya Syaithan, sang penghalang jalan menuju kepada-Nya. [1] Diantara ke dua kubu ini, berlangsung…
Read More
Agar Sang Kekasih Berkenan

Agar Sang Kekasih Berkenan

Siapakah yang akan menulis, pada lembaran yang telah dipenuhi tulisan? Siapakah yang akan menyemai, di lahan yang telah dipenuhi tanaman? Yang diperlukan adalah lembaran yang bersih dan lahan yang kosong. Jadilah bagai bumi yang lapang, agar Sang Kekasih berkenan menanam benihnya. Jadilah bagai sebuah halaman kertas kosong, sehingga kalam-Nya menuliskan tentang engkau. Sumber: Rumi: Matsnavi  V: 1961 - 1963Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi's Little Book of Life:The Garden of Soul. the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012. Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Jebakan dengan Umpan Hasratmu Sendiri

Jebakan dengan Umpan Hasratmu Sendiri

di Pantai Madasari, Juli 2023 Mengikuti hasratmu sendiri artinya melarikan diri dari Tuhan, dan menumpahkan darah ruhaniah di hadirat Keadilan-Nya. Dunia ini sebuah jebakan dan hasratmu itu umpannya; hindari jebakan, hadapkanlah wajahmu kepada-Nya. Jika kau ikuti Jalan, ratusan keberkahan bersamamu; sedangkah jika kau menuju arah sebaliknya, buruk nasibmu. Karenanya, sang Nabi berkata, "dengarkan nuranimu walaupun para ahli agama menasehatimu untuk urusan duniamu." Tanggalkan hasratmu, agar terungkap Rahmat-Nya. Dari pengalamanmu sendiri jelaslah bahwa semua kebaikan menuntut pengorbanan. Karena kau tak mungkin menghindar dari dunia, jadilah hamba-Nya; dan keluarlah dari penjara-Nya menuju taman-Nya. Ketika terus kau awasi pikiran dan tindakanmu, akan selalu…
Read More
Musuhmu yang Sebenarnya

Musuhmu yang Sebenarnya

domba siap dikurbankan Tahukah engkau siapa musuhmu yang sebenarnya?Mereka yang dibuat dari api adalah musuhdari yang dibuat dari tanah. [1]Api adalah musuh dari air dan keturunannya;demikian pula air adalah musuh bagi nyalanya api.Jelasnya, api disini adalah api hawa-nafsu, yang disitu terletak akar dari dosa dan kesalahan.Api kasat-mata dapat engkau padamkan dengan siraman air, sementara berkobarnya api hawa-nafsu dapat membawamu ke Neraka.Api hawa-nafsu tak dapat diredakan dengan air, karena dia memiliki ciri Neraka, yaitu tak-pernah-puas menyiksa.Apakah obat bagi api hawa-nafsu?Cahaya Agama: cahaya keberserahdirianmu adalah saranauntuk memadamkan api kekufuranmu.Apakah yang memadamkan api ini?Cahaya Allah, jadikanlah cahaya nabi-Nya, Ibrahim a.s. sebagai gurumu. [2]Sehingga…
Read More