al-Haqq

Ketika Malam Tiba

Ketika Malam Tiba

matahari tenggelam, Pelabuhan Ratu, Desember 2013 Telah kau dapatkan di dunia inipakaian indah dan kekayaan,tapi ketika kau bertolaktinggalkan dunia ini,bagaimana kiranya keadaanmu?Pelajarilah suatu perniagaanyang akan memberimu ampunan.Di semesta dibalik semesta ini,terdapat pula jual-beli dan perniagaan.Keuntungannya sedemikian rupa:dunia ini bagaikan mainan dibandingkan dengannya.Bagaikan kanak-kanak yang sedang berkhayalberjual-beli di toko kembang-gula,dunia ini sebuah permainan.Ketika malam tiba,si anak pulang ke rumah:lapar,sendirian. Catatan:Karena tak paham akan kedudukan alam-dunia ini sebagai sarana pendidikan 'aql di qalb, maka ketika tiba saatnya beranjak ke alam barzakh, 'aql di qalb seseorang itu masih belum cerdas. Bagaikan kanak-kanak. Sehingga tak siap dengan tantangan di alam barzakh yang jauh lebih…
Read More
Berlindung pada Kesucian

Berlindung pada Kesucian

Masjid Menara Kudus, 2025 Jangan bawa pedang kayu ke medan perang.Berupayalah mencari pedang baja;lalu majulah dengan gembira.Perlindungan seorang sucibagaikan pedang al-Haqq:waktu yang kau curahkan bersamanyasetara nilainya dengan secangkir air kehidupan.Semua orang bijak sepakat:seorang yang 'arif billahadalah rahmat Tuhan bagi makhluk-makhluk-Nya.Kebersamaan dengan seorang sucimembuatmu bagaikan seperti dirinya.Walau kau sebelumnya bagaikan batuatau granit,kau akan menjadi bagai sebutir permata,saat kau menemukan seorang pemilik qalb.Tanamkanlah kecintaaan kepada orang sucidalam-dalam di dalam jiwamu;jangan kau curahkan hatimu pada sesuatupun,tetapi cintailah mereka,yang qalb-nya membawa berita gembira.Janganlah kau hampiri keputus-asaan,dekaplah harapan.Janganlah kau bertolak ke arah kegelapan,matahari ruhaniah itu sungguh ada.Aspirasi hatimu akan memandumuke arah seorang pemilik qalb,sementara syahwatmu…
Read More

Mengapa Berbangga-diri dan Angkuh?

https://wallpaperswide.com/man_watching_the_sun-wallpapers.html Mengapa berbangga-diri dan angkuh?Takkan bisa engkau memikat mataharidengan berselingkuh. [1]Berhentilah berjalandalam bayanganmu sendiri,berkubang dalam pikiranmu yang dungu.Angkat kepalamu, tataplah ke arah matahari, [2]menjelajahlah diantara bebungaan,jadilah insan sejati.Jangan tinggal dalam kegelapan, seperti burung malam;bisa disantap engkau oleh raksasa,yaitu khayalanmu sendiri.Bangkitlah,carilah cahaya,tataplah ke arah matahari. Catatan:[1] Berselingkuh, istilah yang dipakai para Syaikh untuk menyebut mereka yang menyatakan dirinya pencari Tuhan tapi sebenarnya hanya mencari ciptaan-Nya.[2] Matahari, al-Haqq. Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, no 1378.Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin.Tercantum dalam bukuRumi’s Little Book of Life:The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012.
Read More

Mi’raj kedalam Perut Paus

Ketika Sang Kekasih menjadi sahabat, tempat manapun menjadi bagaikan di langit; dan bukan terbenam ke bumi. Sang Nabi saw, berkata, "Jangan menyangka mi'raj-ku lebih unggul daripada apa yang terjadi pada Yunus; aku diangkat ke langit; dia ditenggelamkan ke dalam perut paus;" kedekatan pada al-Haqq itu di luar perhitungan. Kedekatan itu bukan soal naik atau turun: kedekatan pada al-Haqq itu artinya kemerdekaan dari penjara keberadaan. Tiada tempat bagi gerak ke atas atau ke bawah dalam ketiadaan. Ketiadaan tak mengenal nanti, jauh, atau terlambat. Sumber ilmu dan khazanah al-Haqq berada di ketiadaan. Karena keberadaan ini saja telah menipumu, bagaimana mungkin kau pahami…
Read More

Apa yang Kau Bawa Untuk-Ku

Inten dan Nurul, 22 April 2005 Pada Hari Kebangkitan, al-Haqq akan bertanya: "Telah Kuberikan kesempatan untukmu, apa yang kau bawa untuk-Ku? Dengan amal apakah kau jelang ajalmu? Untuk keperluan apa, makanan dan kekuatanmu dihabiskan? Kilau dimatamu, kemanakah telah engkau redupkan? Kemanakah dicurahkannya ke lima inderamu? Telah engkau habiskan penglihatan, pendengaran, kecerdasan dan daya ilahiah murni yang kau warisi; apa yang telah kau peroleh dari bumi? Telah Ku-beri engkau tangan dan kaki, sebagai cangkul dan bajak untuk mengolah lahan amal-shaleh. Tidaklah tangan dan kakimu itu mewujud sendiri." Sumber:Matsnavi III: 2149-2153Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh R. A. Nicholson.Juga diterjemahkan Camille dan Kabir Helminski,dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Books,…
Read More
Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Gambaran Nabi Ibrahim dalam api, Sumber: The Miniatures of the Zubdat Al- TawarikhMFA- The Miniatures of the Zubdat-al-Tawarikh (bilkent.edu.tr) Sudah menjadi Kehendak dan Keputusan Dia, sang Maha Pengampun, untuk memperkenalkan dan menyingkapkan Diri-Nya. Tetapi takkan sesuatu dikenali kecuali jika ada lawannya, dan Raja tak-Tertandingi itu tak terbandingkan. Maka diangkatnya seorang khalifah, seorang insan pemilik qalb, agar menjadi cermin yang menampikan kedaulatan-Nya. Lalu dilimpahkan padanya kemurnian tak-terhingga, dan dari kebalikannya ditampilkan lawannya, yang berasal dari kegelapan. Berkibar dua panji berlawanan, putih dan hitam: yang pertama Adam; dan lainnya Syaithan, sang penghalang jalan menuju kepada-Nya. [1] Diantara ke dua kubu ini, berlangsung…
Read More
Pintu-pintu Dunia Ditutup, agar Gerbang Jalan Terbuka

Pintu-pintu Dunia Ditutup, agar Gerbang Jalan Terbuka

"Jika sungguh-sungguh engkau menempuh Jalan,Jalan akan tersingkap padamu;dan jika sungguh-sungguh engkau lebur-musnah,al-Haqq akan menghampir kepadamu." [1]"Dan jika sungguh-sungguh engkau berendah-hati,dunia ini tak akan bisa mengurungmu;lalu kepadamu akan diperlihatkan dirimubersama dengan Dirimu yang Sejati,tanpa dirimu yang palsu." [2] Walaupun semua pintu keluar telah Zulaikha tutup, Yusuf tetap menemukan jalan, ketika sungguh-sungguh berusaha. Ketika Yusuf bersandar kepada-Nya, kunci bergerak, pintu terbuka, dan dia lolos. Sungguhpun tampak tak ada pintu keluar dari alam dunia, mestilah seorang pencari sekuat-tenaga berlari kesana-kemari; bagaikan Yusuf. Agar terbuka kunci dan tampak jelas gerbang, dan alam tak-beruang menjadi kediamanmu. Wahai makhluk yang malang, engkau telah hadir di sini, di alam…
Read More
Datang Semata untuk Bersaksi

Datang Semata untuk Bersaksi

di Panenjoan, Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat – 2016 Kehadiran kita di ruang sidang Sang Hakim ini [1]untuk membuktikan kebenaran pernyataan kita,"kami bersaksi;" ketika dalam Perjanjian itu kita ditanyai, "bukankah Aku Tuhanmu?" [2]Karena kita telah membenarkan,maka dalam persidangan ini ucapandan tindakan kita menjadi saksi dan buktibagi kesepakatan itu.Ruang sidang Sang Hakim bukanlah tempat untuk membisu.Bukankah kita datang ke sini untuk memberikan persaksian?Wahai saksi,berapa lama lagi engkau diperiksadi ruang sidang Sang Hakim?Segeralah berikan pernyataanmu.Engkau telah dipanggil ke sini,dan telah datang engkau, [3]semata untuk bersaksi.Lalu mengapakah engkau bersikukuh diam?Di ruang tertutup ini engkau ikut menutup mulutmaupun tanganmu. [4]Kecuali engkau berikan pernyataan itu,wahai saksi, bagaimana caranyaengkau akan keluar dari sidang…
Read More
Tangga ke Langit

Tangga ke Langit

Kadungora, Garut   Indera ragawi adalah tangga ke alam dunia ini, sementara indera ruhaniah adalah tangga ke langit. Carilah obat bagi sembuhnya indera ragawi  dari seorang tabib; dan mohonlah kesembuhan indera ruhaniah kepada Sang Kekasih. Kesehatan indera jenis pertama muncul dari kebugaran tubuh; sementara kesehatan indera jenis ke dua timbul dari runtuhnya tubuh. Jalan ruhaniah itu meruntuhkan tubuh, dan setelah itu mengembalikannya ke kemakmuran. Runtuhkanlah rumah agar khazanah keemasan tergali, dan dengan harta itu  bangunlah rumah baru, yang lebih baik daripada rumah sebelumnya.  [1] Bendunglah aliran sungai dan bersihkanlah dasarnya, kemudian alirkanlah air bersih masuk ke dalamnya. Torehlah kulit dan keluarkanlah duri, kemudian…
Read More
Menyusui Bayi Musa

Menyusui Bayi Musa

Wahai Ibunda Musa, susuilah dia. Lalu lepaskanlah ke sungai. Jangan kau khawatirkan tentang ujiannya selama menempuh alam dunia. Barangsiapa telah meminum susu sejati di alam sebelum-kelahiran, akan dapat memilih ilmu yang haqq di alam ini; seperti bayi Musa mengenal susu ibunya. Catatan: "Sesungguhnya telah kami wahyukan kepada ibundamu, wahai Musa. (Yaitu) Letakkanlah dalam tabut, kemudian lemparkanlah dia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu akan membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan telah Ku-limpahkan kepadamu kasih-sayang dari-Ku, dan supaya engkau diasuh dibawah pengawasan-Ku."(QS Thaha [20]: 38 - 9). Dari Ibnu Umar, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw, berkata:“Ketika…
Read More