Mempercantik Kuburan

dari sebuah pemakaman tua di daerah Panjalu, Ciamis, September, 2019 Jangan berlebihan usahamu,hanya sekedar untuk urusan duniawi.Jangan terlibat amalyang tak mensucikan.Jika tak kau perhatikan,pada akhir hari, kau kan beranjak saat kaubelum lagi tuntas:urusan akhiratimu berantakan;kau bagaikan roti yang belum dipanggang.Mempercantik kuburan itutak dilakukan dengan memakaikayu, batu atau semen.Sama sekali tidak!Tapi dengan menggali dalam-dalamkuburmu dalam kemurnian ruhaniah,lalu mengubur keakuanmudalam Kehendak-Nya;Dan dengan menjadi debu-Nya,terkubur dalam cinta kepada-Nya;sehingga dengan hembusan-Nya,kau kan disempurnakan. Sumber:Rumi:  Matsnavi  III: 128 - 32Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir HelminskiTerjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More

Yang Tampak dan Yang Tersembunyi

Pemandangan dari Mandalasari, lokasi ber-dzikir-maut Dia telah menjadikanyang nisbi eksistensinyatampil berwujud dan agung;Dia telah menjadikanyang lebih nyata eksistensinyatersembunyi bentuknya.Dia telah menghijab Laut,dan membuat ombak tampak;Dia telah menyembunyikan Angin,dan memperlihatkan padamu debu.Debu membubung setinggi menara:tak mungkin ia melayang sendiri.Wahai yang berpandangan tajam,kau lihat debu melayang tinggi;sedangkan anginnya tak kau lihat,tapi kau ketahui adanya dengan akalmu.Kau lihat ombak menggelora kesana-kemari,tanpa Laut, ombak itu takkan bergerak.Kau lihat ombak itu dengan inderamu,dan Laut melalui kesimpulanmu:pemikiran tersembunyi,sedangkan perkataan berwujud.Kita melihat akibat sebagai pengukuhan:mata kita hanya melihat hal yang tak memilikieksistensi sendiri.Mata lahiriah ini hanya melihat secara terbatas,bagaikan dalam keadaan tidur,tak dilihatnya apa pun kecuali fatamorganadan…
Read More
Ciptaan: yang Setiap Saat Tampil dan Lenyap

Ciptaan: yang Setiap Saat Tampil dan Lenyap

bunga di halaman tetangga, 2020 Mata kita tak dapat melihat Rabb,Dialah yang menyaksikan kita.Bentuk muncul dari ruh,sebagaimana pembicaraanmuncul dari pemikiran.Kita tak tahu, darimana lautan pemikiran muncul,tapi jika gelombang pemikiran muliadan murni, maka kita tahu lautandarimana mereka muncul,mulia pula adanya.Bentuk-bentuk muncul dari Sabdadan lalu lenyap, surut bagai gelombangkembali ke laut.Demikian pula kita,setiap saat kita mati dan kembali pada-Nya.Tampilan semesta terbarui terus menerus,sementara kepada kita tampaknya sepertitetap sama.Demikianlah, kepada-Nya kita semua dikembalikan. Sumber:Rumi: Matsnavi  I: 1135 - 44Penerjemah ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi's Little Book of Life:The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,Hampton…
Read More
Ketika Disempitkan

Ketika Disempitkan

Serambi Masjid Sunan Gunung Jati, Kasepuhan, Cirebon Ketahuilah, wahai pencari, ketika kau dapati jiwamu menyempit, itu bagi kebaikanmu sendiri, jangan kau biarkan hatimu terbakar kesedihan.Di saat perluasan, dirimu melakukan pengeluaran, dan hal itu memerlukan pemasukan, berupa pencarian-diri yang menyakitkan.Jika hanya ada musim panas, maka akar akan kering, dan takkan pernah taman menghijau.Musim dingin tampaknya pahit, tapi menyegarkan.Ketika kau alami penyempitan, kawanku, nantikanlah pengembangan dalam dirimu, bergembiralah, jangan mengeluh.Tatapan anak kecil mengarah pada keinginan jangka pendek; sementara pandangan seorang bijak, tertuju pada hasil akhirnya.Ketika kau menutup mulut, maka terbuka kehausan dalam dirimu, yang lalu lahap menyerap kesegaran rahasia-rahasia ruhaniah.Manisnya kebahagiaan itu…
Read More
Dua Jenis Kecerdasan

Dua Jenis Kecerdasan

Ada dua jenis kecerdasan. Yang pertama, seperti yang diperoleh seorang anak di sekolah, dari buku dan guru; ide-ide dan hafalan. Kecerdasanmu mungkin mengungguli yang lain, tetapi memelihara semua pengetahuan itu adalah sebuah beban berat. Engkau yang begitu sibuk mencari pengetahuan, seharusnya menjadi sebuah lembar penyimpan; akan tetapi--lembar penyimpan yang terjaga-- adalah seorang insan yang telah jauh melampaui itu. Karena ada jenis kecerdasan yang lain, sebuah pemberian Rabb: mata-airnya tersimpan dalam di dasar jiwa. Ketika air pengetahuan pemberian Rabb  memancar dari dada, tak pernah alirannya mandek atau keruh. Jika saluran keluarnya terhambat,  kerugian apa yang diakibatkannya? Karena ia mengalir terus dari…
Read More
Memandang kedalam Dirimu Sendiri

Memandang kedalam Dirimu Sendiri

Cukang Rahong, 2015 Ketika syaithan menengok ke sekitarnya,dan didapatinya ada orang baik,langsung dia merasa sakit,karena iri-dengki;Karena setiap yang terkutukdan tumpukan kayu bakarnya telah hangustak sudi melihat lilin orang lain dinyalakan.Perhatikan dan teruslahmemperbaiki kelemahan dirimu.Sehingga kebaikan orang laintak lagi menyakitimu.Mohonlah agar ditanggalkan-Nya iri-dengkimu,sehingga dialihkan-Nya engkaudari memandang keluar diri,kepada ketekunan didalam dirimu sendiri;semoga sedemikian rupa engkau terserap,sehingga perhatianmu tak lagi berpaling. Sumber:Rumi: Matsnavi IV 2678 - 2682Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh R. A. Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More

Sesuai Ciri Masing-masing

Kucing milik Sri, namanya Roro Dyah Gembili Nuh a.s, terus-menerus menyeru umatnya kepada Allahselama sembilan-ratus tahun;tetapi, hari demi hari,penolakan mereka semakin meningkat. Apakah pernah dia menarik kembali seruannya?Apakah lalu dia berpangku-tangan, menyepimasuk gua? (Dia a.s. seperti berkata:) “apakah sebuah karavantak melanjutkan perjalanan karena gonggongandan dengkingan anjing? Pada malam purnama-penuh,apakah raungan anjing dapat menundaperjalanan rembulan?” Rembulan memantulkan cahayanya;anjing menggonggong:setiap hal berlangsung sesuai denganciri khasnya masing-masing. Sumber: Rumi: Matsnavi V 10 -14.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngrumi.
Read More

Hanya Harapan yang Diperbolehkan Mengetuk Pintu

seorang nelayan berjuang di senja pantai Ayah, 3 juni 2012 Di dalam hati mereka, para Nabi bertanya: “Sampai kapan kami terus menyeru dan menasehati si fulan dan si fulanah? Sampai kapan kami harus membentuk sepotong besi dingin? Sampai kapan kami harus terus membisiki werangka yang kosong ini?” Setiap gerakan makhluk berlangsung karena ketetapan dan penunjukan Ilahiah: tajamnya gigitan berlangsung karena panasnya rasa-lapar di perut. Jiwa Pertama mendorong dan jiwa ke dua merespon: berubahnya bau ikan dimulai dari kepala, bukan dari ekornya. Kenalilah ini, dan tetaplah melesat bagai anak-panah, karena Allah telah bersabda: “Sampaikanlah;” tidaklah mungkin menghindar dari melakukannya. Dan tidaklah…
Read More
Tanggalkan Jubah Takabur

Tanggalkan Jubah Takabur

Gerimis di Pantai Madasari, Juli, 2023 Tanggalkan takabur dari tubuhmu:tiada yang pantas dipakai seorang pencarikecuali pakaian rendah-hati.Ilmu umum bisa didapat dari menghafal,untuk ketrampilan, tangan bisa dilatih.Jika engkau idamkan kefakiran spiritual,engkau harus berguru: bukanlah itu soalketrampilam lidah atau tanganmu.Jiwa belajar rendah-hatidari jiwa yang lain;bukan dari buku atau ucapan.Rahasia-rahasia kefakiran spiritualmemang tersimpan dalam qalb sang pencari;tapi pengetahuan akan rahasia-rahasia itubelum lagi dimilikinya.Hal itu masih harus menunggu,sampai dadanya lapang dan terisi Cahaya:Allah bersabda, "Bukankah Kamiyang melapangkan dadamu?"; [1]Karena jika Kami menaruh Cahaya di situ,tentu Kami pula yang telah lapangkan dadanya.Ketika engkau telah menjadi pancuran-susu,tak perlu engkau memerah sumber-susu lain.Pancuran-susu abadi ada dalam dirimu,mengapa…
Read More
Hanya Budak-Nya yang Merdeka

Hanya Budak-Nya yang Merdeka

Gerbang ar-Rahmah, Maret 2024 Laut takkan membiarkan penghuninya mentas,tak pula membiarkan penghuni daratanmasuk ke dalamnya.Air adalah rumah bagi ikan,binatang berbobot menapaki muka bumi:Tak ada siasat atau kiat bisa mengubahpengaturan ini.Ketetapan Ilahiah mengunci begitu kuatnya,dan satu-satunya pembuka adalah Rabb:Melekatlah kepada penyerahan-diri dan ketundukanterhadap kehendak Rabb.Walaupun anak-kunci dibentuk dengan benar,atom demi atomnya, tiada kunci yang bisa dibukakecuali oleh Rahmat Ilahiah.Ketika kau lupakan akal-akalanmu sendiri,kebahagian akan datang padamudari terpandunya engkau.Ketika engkau lupakan dirimu sendiri,engkau akan diingat oleh-Nya.Ketika engkau telah menjadi budak-Nya,barulah engkau merdeka. Sumber: Rumi: Matsnavi III 3071 - 3076.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Read More