
Tanggalkan takabur dari tubuhmu:
tiada yang pantas dipakai seorang pencari
kecuali pakaian rendah-hati.
Ilmu umum bisa didapat dari menghafal,
untuk ketrampilan, tangan bisa dilatih.
Jika engkau idamkan kefakiran spiritual,
engkau harus berguru: bukanlah itu soal
ketrampilam lidah atau tanganmu.
Jiwa belajar rendah-hati
dari jiwa yang lain;
bukan dari buku atau ucapan.
Rahasia-rahasia kefakiran spiritual
memang tersimpan dalam qalb sang pencari;
tapi pengetahuan akan rahasia-rahasia itu
belum lagi dimilikinya.
Hal itu masih harus menunggu,
sampai dadanya lapang dan terisi Cahaya:
Allah bersabda, "Bukankah Kami
yang melapangkan dadamu?"; [1]
Karena jika Kami menaruh Cahaya di situ,
tentu Kami pula yang telah lapangkan dadanya.
Ketika engkau telah menjadi pancuran-susu,
tak perlu engkau memerah sumber-susu lain.
Pancuran-susu abadi ada dalam dirimu,
mengapa kesana-kemari engkau membawa pasu,
sibuk mencari susu.
Engkau bagai danau besar yang tersambung
ke Laut, mestinya engkau malu mencari
air ke kolam.
"Bukankah Kami yang melapangkan?"
Jika engkau telah diberi kelapangan,
tak perlu engkau bertingkah bagai peminta-minta.
Renungkanlah tentang pelapangan dada,
sehingga tak perlu engkau diperingati
dengan ayat, "Tidakkah engkau lihat..." [2]
Sumber:
Rumi: Matsnavi V: 1061 – 1072.
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Dimodernkan oleh Camille dan Kabir Helminski,
dalam Rumi: Jewels of Remembrance,
Threshold Books, 1996; berdasarkan terjemahan
dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra.
This blog is in testing phase…
Yang ini diambil dari sini: http://www.facebook.com/notes/anita-rini/seri-belajar-membaca-risalatul-qusyairiyah-2/498000369548
Hatim Al-Asham berkata, “Janganlah bersikap sombong karena memperoleh tempat yang baik. Tidak ada tempat yang lebih baik melebihi surga. Oleh karena itu wajar bagi Nabi Adam AS berjumpa dengan sesuatu yang pernah ia jumpai. Jangan sombong karena banyaknya ibadah, sebab iblis setelah lama beribadah ternyata mendapati sesuatu yang ia dapati. Jangan sombong karena banyaknya ilmu, sebab Bal’am yang selalu mengagungkan nama Allah Yang Maha Agung ternyata ia mati kafir. Jangan sombong karena dapat melihat orang-orang yang baik, karena tak seorangpun lebih hebat dari Nabi Muhammad SAW. Beliau tidak pernah mengambi keuntungan jika berjumpa dengan sanak famili musuh-musuhnya”
Terjemahan lama disegarkan dengan sebuah foto dari Pantai Madasari, Tasikmalaya, Juli 2023.