Saksi Terkasih

Saksi Terkasih

Masjid Agung di Semarang, 25 Desember 2017 Muhammad (saw) itu pemberi syafa'atatas segala jenis aib,karena tatapannya tak pernah teralihkan pada hal lain: senantiasa tertujupada wajah Rabb.Ditengah kegelapan malam alam dunia ini,dimana matahari al-Haqq terhijab,dia menatap Rabb,dan meletakkan harapannya kepada-Nya.Pandangannya senantiasa disegarkan oleh maknasejati "bukankah telah Kami lapangkan dadamu?"  [1]dilihatnya hal-hal yang tak mampu Jibril tatap.Sang yatim, yang kepadanya Rabb limpahkankesegaran pandangan,menjadi mutiara yatim tunggal,yang dianugerahi panduan Ilahiah.Cemerlang cahayanya mengatasi mutiara lain,karena yang dikehendakinya adalahkehendak yang paling mulia.Seluruh kedudukan ruhaniah para abdi Allahjelas belaka bagi sang Nabi,karenanya Rabb menggelarinya: sang Saksi.   [2]Senjata sang Saksi adalah lisan yang tulusdan pandangan yang tajam--yang dari penjagaan malamnya--tak ada rahasia yang dapat menghindar.Walaupun ribuan saksi palsu mengangkat kepala mereka,sang Hakim mengarahkan telinganyakepada sang…
Read More

Nama Sejati

Gerbang Mandala Sari, Juli 2025 Penghulu umat manusia, Adam, as:kepadanya Allah mengajarkannama-nama seluruhnya;dia memiliki ribuan ilmudi setiap pembuluh darahnya.Pada jiwanya terhimpun pengetahuanmengenai nama dari segala sesuatu ciptaansampai akhir zaman: dari yang telah,sampai yang akan, mewujud.Tidak ada panggilan yang telah diberikannyakepada sesuatu kemudian berubah,apa yang disebutnya cepat tidak akanlalu menjadi lambat.Siapa yang pada akhirnya menjadi seorang beriman,telah diketahuinya sejak awal; siapa saja yang akhirnya menjadi seorang yang kufur,sejak awal jelas belaka baginya.Apakah telah kau dengar nama dari segala sesuatudari dia yang telah diberi ilmu mengenai hal itu;dengarlah makna terdalam dari rahasiaDan telah diajarkan kepada Adam as, al-asma 'akullaha.... [1]Bersama kita, nama…
Read More

Lepaskanlah Beban

di Masjid SGD, Kasepuhan, Cirebon, Desember, 2025 Lepaskanlah beban kehidupan ini,agar dapat kukunjungitaman kaum yang shaleh.Lalu, bagai ashabul-kahfi,kutelusuri jalan penuh karuniaketika tak lagi kuterjaga,bukan pula kutertidur.Ku kan berbaring ke sebelah kanan,atau ke sebelah kiri;tak akan aku berguling bagai bola,kecuali tak sengaja.Seperti itulah, wahai Al-Hakim,Engkau membolak-balikkan akukadang ke kanan, kadang ke kiri. [1]Ratusan ribu tahun aku melayangkesana-kemari, bak debu di udara. [2]Telah kulupakan keadaan saat itu,tapi ketika jiwaku tengah lebur,dibawa aku kembali ke sana,dan perlahan ingatanku pulih.Setiap malam kudamba kemerdekaandari salib bercabang empat ini, [3]dan melesat dari wadah sementara yang sesak ini,menuju padang ruhaniah nan lapang.Bersama sang juru-rawatku: tidur yang lebur,kuhirup…
Read More

Mi’raj kedalam Perut Paus

Ketika Sang Kekasih menjadi sahabat, tempat manapun menjadi bagaikan di langit; dan bukan terbenam ke bumi. Sang Nabi saw, berkata, "Jangan menyangka mi'raj-ku lebih unggul daripada apa yang terjadi pada Yunus; aku diangkat ke langit; dia ditenggelamkan ke dalam perut paus;" kedekatan pada al-Haqq itu di luar perhitungan. Kedekatan itu bukan soal naik atau turun: kedekatan pada al-Haqq itu artinya kemerdekaan dari penjara keberadaan. Tiada tempat bagi gerak ke atas atau ke bawah dalam ketiadaan. Ketiadaan tak mengenal nanti, jauh, atau terlambat. Sumber ilmu dan khazanah al-Haqq berada di ketiadaan. Karena keberadaan ini saja telah menipumu, bagaimana mungkin kau pahami…
Read More
Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Kubah Hijau Masjid Nabawi di pagi sejuk Sya'ban 1445H Sang Musthafa bertutur tentang permohonan Neraka, ketika dengan berendah-hati dia bermohon kepada pemilik iman sejati: "berlalulah dengan cepat, wahai Sang Raja, karena cahayamu telah memadamkan apiku." Jadi, terang cahaya al-Mukmin berarti padamnya api, karena tanpa tanpa tampilnya yang berlawanan tak mungkin sesuatu sirna. Pada Hari Perhitungan, api akan menjadi lawan cahaya, karena api bersumber dari Murka-Nya, sementara cahaya dari Rahmat-Nya. Jika engkau ingin tanggalkan api kejahatan, tujukan air Rahmat Ilahiah ke jantung api. Mereka yang bertakwa dengan haqq memancarkan aliran air rahmat itu: inti jiwa mereka yang bertakwa adalah Air Kehidupan.…
Read More
Mencintai Pasangan

Mencintai Pasangan

Masjid Agung Jawa Tengah, Januari 2024 Sebenarnya, tidak ada pencinta yang mencari penyatuan, tanpa yang-dicintainya mencarinya. Sementara cinta dari sang pencinta membuatnya sekurus tali-busur, maka cinta dari yang dicintai membuatnya indah dan segar. Ketika kilat cinta bagi yang-tercinta menyambar ke hati yang ini, ketahuilah, ada cinta dalam hati yang itu. Ketika cinta kepada Tuhan telah nyaring berbunyi di hatimu, tak pelak lagi, Tuhan telah mencintaimu. Tiada suara tepukan bisa terdengar hanya dari sebelah tangan. Ketika orang yang haus mengeluh: Wahai air yang lezat... Air pun mengeluh, seraya bertanya: Dimanakah sang peminum air? Kehausan di dalam jiwa-jiwa kita adalah ketertarikan yang…
Read More
Bahkan Isa Putra Maryam (as) pun Menyingkir

Bahkan Isa Putra Maryam (as) pun Menyingkir

foto diambil dari Jesus in Islam - Wikipedia Inilah kisah tentang Isa putra Maryam,ketika dia menghindar dari orang-orang dungu,menjauh, hendak mengungsi,ke puncak sebuah gunung.Isa putra Maryam bergegas-cepatmendaki sebuah gunung.Sedemikian bergegas,bagaikan dikejar seekor singa.Seseorang mengejarnya, dan menyapanya,“Salam untukmu.Tak kulihat sesuatu pun mengejarmu,mengapa engkau begitu terburu-buru?”Tetapi Beliau tetap berlari,sedemikian terburu-buru,tak mau berhenti untuk menjawab.Sang penanya bersikeras,terus dikejarnya Sang Nabi itu.Lalu, dia bertanya lagi,kali ini sampai harus berteriak:“Demi Tuhan,” serunya,“berhentilah sebentar!”“Sungguh aku bingung,apa yang membuatmu melarikan diri?”“Wahai Nabi nan mulia dan pemurah,Apa yang membuatmu bergegas-lari?Tak ada singa mengejarmu.Tiada pula ancaman atau wabah?”Sang Nabi menjawab,“Aku melarikan diri dari seorang yang tolol.Pergilah! Sedang kukhawatirkan keselamatanku,janganlah…
Read More

Apalah Artinya Kelimpahan tanpa Pengemis

Masjid Nabawi, Februari, 2024 Apalah artinya kelimpahan tanpa pengemis?Keramahan tanpa tamu?Jadilah pengemis. Jadilah tamu;Karena kecantikan mencari cermin,Air memanggil pencari yang haus. Putus-asa dan kefakiranadalah ceruk pengikat merah-delima.Kefakiranmu adalah buraqmu,janganlah menjadi peti-mati,yang hanya menunggangpundak orang lain. Bersyukurlah kepada-Nyaakan keterbatasanmu;tanpa itu,boleh jadi engkau bersikap bagaikan Fir'aun.Musa as, merintih dalam do'anya,"Rabbi, inni lima anzalta 'ilayya min khayri fakiir." [1] Jalan Musa as. sepenuhnya tersusun dari putus-asa dan kefakiran,dan itu adalah satu-satunya Jalanmenuju Rabb. Sejak engkau bayi,kapankah keputus-asaanpernah mengecewakanmu? Jalan setapak yang ditempuh Yusuf as.membawanya dibuang kedalam sumur;janganlah menghindar dari papan-catur alam-dunia ini,karena ini adalah permainan-Nya,dan selalu kita yang terkunci-mati. Lapar membuat roti-tawarlebih lezat…
Read More

Apa yang Kau Bawa Untuk-Ku

Inten dan Nurul, 22 April 2005 Pada Hari Kebangkitan, al-Haqq akan bertanya: "Telah Kuberikan kesempatan untukmu, apa yang kau bawa untuk-Ku? Dengan amal apakah kau jelang ajalmu? Untuk keperluan apa, makanan dan kekuatanmu dihabiskan? Kilau dimatamu, kemanakah telah engkau redupkan? Kemanakah dicurahkannya ke lima inderamu? Telah engkau habiskan penglihatan, pendengaran, kecerdasan dan daya ilahiah murni yang kau warisi; apa yang telah kau peroleh dari bumi? Telah Ku-beri engkau tangan dan kaki, sebagai cangkul dan bajak untuk mengolah lahan amal-shaleh. Tidaklah tangan dan kakimu itu mewujud sendiri." Sumber:Matsnavi III: 2149-2153Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh R. A. Nicholson.Juga diterjemahkan Camille dan Kabir Helminski,dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Books,…
Read More
Dikembalikan ke Serendah-rendah Keadaan

Dikembalikan ke Serendah-rendah Keadaan

Saat mengenang seorang sahabat di Cikutra Keindahan,yang diwarisi manusia dari Adam,yang kepadanya para malaikat bersujud,segera luruh,bagaikan jatuhnya Adam dari al-Jannah.Keindahan menjerit:"Mengapa? Setelah aku cemerlang,kini memburam?"Dia menjawab:"Salahmu adalah karena engkau hidupterlalu lama."Jibril menyeretnya, seraya berkata:"Pergilah dari al-Jannah ini,enyahlah engkau dari majelis indah ini."Ia bertanya:"Apa gerangan maksud dari direndahkansetelah aku sebelumnya dimuliakan?" [1]Jibril menjawab:"Dimuliakannya engkau adalah sebuahpemberian dari-Nya,sedangkan rendahnya engkau kini adalahpenghakiman-Nya atas nilai sebenarnya dirimu."Ia menjerit:"Wahai Jibril, bukankah telah bersujud engkau, [2]sebelumnya, dengan sepenuh dirimu,mengapa sekarang kau usir aku dari al-Jannah?""Jubahku tanggal, [3]ketika guncangan ini menimpaku,bagai daun kurma rontok di musim gugur."Wajah cerah berseri bak rembulan,jadi keriput bagaikan punggung kadal gurun,ketika…
Read More