Beranda – Salin

Pusatkan Perhatianmu ke Muka

Pusatkan Perhatianmu ke Muka

di Pantai Cimaja, 2015 Sang penjelajah langit berlalu:Debu naik dan mengambang di udara;Dia melaju, tapi debu yang dia tinggalkanMasih mengambang di sini.Pusatkan penglihatanmu ke muka,Tak perlu menoleh ke kiri atau ke kanan;Debunya mengambang disini: tapi diaBerada di ketak-terbatasan. Sumber:Rumi: RubaiyatDiterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberrydalam The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Bagai Seorang Penyelam

Bagai Seorang Penyelam

  seorang nelayan berenang ke tepian, di pantai Cisolok, Palabuhan Ratu, Jawab Barat, Jan 2015 Ragamu ada disini bersama orang-orang lain tapi qalb-mu mengembara ke padang-padang perburuan. Engkau menjelajah bersama para pemburu walau sesungguhnya dirimu: jiwamu itu lah, yang mereka buru. Bagai sebatang seruling bambu, ragamu adalah sebuah selubung; dari dalam sana terdengar suaramu yang berdesir gelisah. Semestinya kau itu bagai seorang penyelam: ragamu bagai pakaian; yang kadang dilepaskan dan ditinggal di tepi pantai. Pada laut itu terdapat banyak jalur bagai nadi pada tubuhmu, ada yang berwarna terang ada pula yang gelap. Qalb menerima cahanya dari nadi yang terang. Bahkan…
Read More
Dengarkanlah dalam Diam

Dengarkanlah dalam Diam

Jika kau miliki telinga, dengarkanlah, Terimalah pesanku dengan jernih; Dengan Dia memenuhi seluruh isi hatimu Berpisahlah kau dari dirimu sendiri. Tutup mulutmu, ketika terangnya penglihatanmu mencerap visi yang muncul: Tak perlu kau tambahkan pendapatmu Karena semua telah kau saksikan di sana. Rumi: RubaiyatBerdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggrisoleh A.J. Arberry, 1949.
Read More
Jalan Keyakinan

Jalan Keyakinan

Ketika kau tuntun aku menapaki Jalan keyakinan Kau taruh amanah di pundakku Agar ditegakkan hingga ajal. "Tak kuat aku," kadang ku menjerit, "Beban ini terlalu berat"; Bersama-Mu aku diperkuat, Agar mampu memikul tugas. Sumber: Rumi: Rubaiyat Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry, 1949.
Read More
Do’a Berwujud Penghambaan

Do’a Berwujud Penghambaan

Foto oleh Dimitris Vetsikas dari Pixabay Tanggalkan permohonan yang kering dan hampa makna Tegaknya sebatang pohon, mestilah karena bibit telah disebar. Tapi bahkan jika tak kau miliki benih, karena hampanya do'amu, Tuhan akan anugerahi engkau sebatang pohon kurma, seraya bersabda, "Alangkah baiknya penghambaannya!" Lihatlah Maryam putri Imran: kerinduannya sampai ke dasar hati, tapi tak dimilikinya bibit: maka Sang Maha Indah membuat pokok kurma kering menghijau baginya.  [1] Karena wanita mulia itu setia pada-Nya, Tuhan berikan seratus kebaikan-Nya tanpa suatu hasrat berdesir di hatinya. Sumber:Rumi: Matsnavi  V: 1188 - 1191Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camilledan Kabir Helminski.Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persiaoleh Yahya…
Read More
Bersama dengan-Mu

Bersama dengan-Mu

Bersama dengan-Mu adalah satu-satunya sumber kebahagiaanku. Karena semua selain Engkau adalah bentuk, tapi hanya Engkau yang sungguh Haqq. Jangan pernah pisahkan aku dari-Mu, karena tak mungkin sebuah kapal berlayar tanpa air. Aku sebuah kitab yang cacat, tapi ketika Engkau yang membaca, Kau pulihkan aku. Yusuf selamat                    [1] walau dikepung seratus serigala ketika Engkau yang menjadi gembala. Setiap kali Engkau bertanya, "Bagaimana kabarmu?" wajahku memucat dan air-mataku bercucuran. Ke dua hal itu hanyalah tanda bagi mereka yang kasar dan rendah; apa lah artinya tanda-tanda bagi-Mu, yang tak memerlukan satu tanda pun. Kau dengar bisikan…
Read More
Harapan telah Menyingsing

Harapan telah Menyingsing

Jelang fajar di Masjid Nabawi, Akhir Februari 2024 Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib. Jangan berputus-asa, walau Siti Maryam telah meninggalkanmu, tapi cahaya yang mengangkat Isa ke langit telah muncul. Jangan berputus-asa, wahai jiwaku, dalam kegelapan penjaramu ini, sang Raja yang membebaskan Jusuf-mu telah tiba. Ya'qub telah muncul dari balik hijab kebuntuan, Yusuf yang kan menyibak hijab Zulaikha telah tampil. Wahai engkau, yang sejak malam hingga fajar memohonkan, "Yaa Rabb," Yang Maha Rahman mendengar rintihanmu, dan telah datang. Wahai sakit yang telah menua: sembuhlah, obatmu telah sampai; wahai gerbang kukuh: terbukalah,…
Read More
Musuh Terbesarmu

Musuh Terbesarmu

Foto, Alexas Fotos Jika bukan karena perkasanya keakuanmu sendiri, yang telah menyergapmu dari dalam, takkan penghadang dari luar diri mampu mencelakaimu. Karena tuntutan syahwatmu, hatimu telah tersandera oleh kerakusan, cinta-dunia dan niat-buruk. Sekian lama terpenjara didalam dirimu sendiri, engkau berubah menjadi pencuri rakus, yang semakin lemah dihadapan kuasanya. Simaklah nasehat Sang Nabi nan bijak-bestari: "Musuh terbesarmu berada diantara ke dua sisimu." Sumber:Rumi: Matsnavi III: 4063 - 4066Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Nicholson.
Read More
Kau kan Mati Sendirian

Kau kan Mati Sendirian

https://wallpaperswide.com/man_watching_the_sun-wallpapers.html Telah kau cari Hidup Sejati ke seluruh dunia, tapi kau kan mati di dalam hatimu sendiri. Kau terlahir dalam pelukan yang penuh rahmat, tapi kau kan mati sendirian. Kau tertidur di tepi sebuah danau, sambil merasa haus. Kau duduki harta karun tapi kau kan mati dalam kefakiran. Sumber:Rumi: Rubaiyat, F#1601. Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star,berdasarkan terjemahan literal oleh Shahram Shiva.Dari In the Arms of the Beloved, hal 133.Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More

Akhirnya Ia Menetap

Dan singgahlah ke hatiku cinta kepada-Mu, lalu ia beranjak pergi, dengan riang. Sekali lagi ia datang, tinggal sejenak, lalu bertolak pergi lagi. Dengan sopan aku mengundangnya tinggal: sebentar, barang dua, tiga hari. Akhirnya ia menetap, tak pernah lagi ia ingin tinggalkan hatiku.   (Rumi: Rubaiyat,  F#362) Penerjemah:  Zara Houshmand, ngrumi
Read More