Beranda – Salin

Apa yang kan Terjadi?

Apa yang kan Terjadi?

Jika bercerai engkau, dengan keruwetan pikiranmu, walau hanya satu jam saja; menurutmu, apa yang kan terjadi? Jika kau biarkan dirimu tenggelam, bagaikan seekor ikan kedalam lautan cinta Kami; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau hanyalah sepotong jerami; dan Kami Nyala Abadi. Jika  melompat engkau keluar, dari gubugmu yang hina untuk bersatu dengan nyala; menurutmu, apa yang kan terjadi? Telah ratusan kali kau nyatakan janji untuk berhenti membesar-besarkan diri, untuk merendah bagaikan Bumi. Jika sekali saja, engkau patuhi janjimu sendiri; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau bagaikan permata berharga, terkubur, tersembunyi di dalam kubangan lumpur. Jika engkau basuh semua ketidak-murnian dari wajahmu, yang sejatinya sangat…
Read More
Tongkat Musa

Tongkat Musa

di kebun sayur, Cibodas, Lembang, awal April 2015. Pernah kuberada di taman-Mu,di bawah pohon,yang kabulkan semua keinginan.Sepenuh diriku terbakar,sehingga kumenari tanpa musik.Kini aku sesosok bayangan,kumenari seiring cahaya Matahari:kadang kuberbaring di tanah,kadang kuberdiri-terbalik, di atas kepalaku;kadang aku memanjang,kadang aku memendek.Bagai gerakan cahaya dan bayangan,melintas permukaan bumi,kujelajahi zaman.Akulah pangeran Mesir,dan pemandu Bangsa Israil.Bagi para ulama,akulah sang Pembawa Sabda.Terkadang aku jadi Kalam.Terkadang aku jadi tongkat di tangan Musa.Terkadang aku jadi naga,membelah jalanku menerobos gurun.Jangan pernah cari Cinta,dengan bersandar pada tongkat-kayu fikiran;guna tongkat-kayu itu,hanya untuk memandu jalan orang buta.Yang kudamba hanyalah isyarat-Mu:satu anggukan dari-Mu,maka jiwaku kan bebas.Tidaklah dari sini kuberasal,aku pengelana yang singgah sejenak.Tersaruk berjalan,buta,…
Read More
Jangan Kau Sesali

Jangan Kau Sesali

menyapa sore gerimis di tepi kebun Cibodas, Lembang, April 2015. Jangan kau sesali lenyapnya kebahagianmu; ketahuilah ia akan kembali padamu dalam bentuk yang lain. Saat kanak-kanak kau berbahagia ketika kau menyusu. Ketika mulai tumbuh membesar kau bosan pada susu, dan kesenanganmu beralih pada minuman lain dan madu. Kesenangan adalah sesuatu yang esensial ia datang menyapamu melalui aneka bentuk. Ia bergerak dari satu sudut ke sudut lain pada unsur air dan tanah-lempung, yang membentuk dirimu. Ia bisa mendadak mempertontonkan keindahannya pada butir air hujan, lalu ia merasuki pokok mawar, dan keanggunan kecambahnya ketika bibitnya bangkit dari tanah. Ia bisa datang dari…
Read More
Pusatkan Perhatianmu ke Muka

Pusatkan Perhatianmu ke Muka

di Pantai Cimaja, 2015 Sang penjelajah langit berlalu:Debu naik dan mengambang di udara;Dia melaju, tapi debu yang dia tinggalkanMasih mengambang di sini.Pusatkan penglihatanmu ke muka,Tak perlu menoleh ke kiri atau ke kanan;Debunya mengambang disini: tapi diaBerada di ketak-terbatasan. Sumber:Rumi: RubaiyatDiterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberrydalam The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Bagai Seorang Penyelam

Bagai Seorang Penyelam

  seorang nelayan berenang ke tepian, di pantai Cisolok, Palabuhan Ratu, Jawab Barat, Jan 2015 Ragamu ada disini bersama orang-orang lain tapi qalb-mu mengembara ke padang-padang perburuan. Engkau menjelajah bersama para pemburu walau sesungguhnya dirimu: jiwamu itu lah, yang mereka buru. Bagai sebatang seruling bambu, ragamu adalah sebuah selubung; dari dalam sana terdengar suaramu yang berdesir gelisah. Semestinya kau itu bagai seorang penyelam: ragamu bagai pakaian; yang kadang dilepaskan dan ditinggal di tepi pantai. Pada laut itu terdapat banyak jalur bagai nadi pada tubuhmu, ada yang berwarna terang ada pula yang gelap. Qalb menerima cahanya dari nadi yang terang. Bahkan…
Read More
Dengarkanlah dalam Diam

Dengarkanlah dalam Diam

Jika kau miliki telinga, dengarkanlah, Terimalah pesanku dengan jernih; Dengan Dia memenuhi seluruh isi hatimu Berpisahlah kau dari dirimu sendiri. Tutup mulutmu, ketika terangnya penglihatanmu mencerap visi yang muncul: Tak perlu kau tambahkan pendapatmu Karena semua telah kau saksikan di sana. Rumi: RubaiyatBerdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggrisoleh A.J. Arberry, 1949.
Read More
Jalan Keyakinan

Jalan Keyakinan

Ketika kau tuntun aku menapaki Jalan keyakinan Kau taruh amanah di pundakku Agar ditegakkan hingga ajal. "Tak kuat aku," kadang ku menjerit, "Beban ini terlalu berat"; Bersama-Mu aku diperkuat, Agar mampu memikul tugas. Sumber: Rumi: Rubaiyat Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry, 1949.
Read More
Do’a Berwujud Penghambaan

Do’a Berwujud Penghambaan

Foto oleh Dimitris Vetsikas dari Pixabay Tanggalkan permohonan yang kering dan hampa makna Tegaknya sebatang pohon, mestilah karena bibit telah disebar. Tapi bahkan jika tak kau miliki benih, karena hampanya do'amu, Tuhan akan anugerahi engkau sebatang pohon kurma, seraya bersabda, "Alangkah baiknya penghambaannya!" Lihatlah Maryam putri Imran: kerinduannya sampai ke dasar hati, tapi tak dimilikinya bibit: maka Sang Maha Indah membuat pokok kurma kering menghijau baginya.  [1] Karena wanita mulia itu setia pada-Nya, Tuhan berikan seratus kebaikan-Nya tanpa suatu hasrat berdesir di hatinya. Sumber:Rumi: Matsnavi  V: 1188 - 1191Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camilledan Kabir Helminski.Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persiaoleh Yahya…
Read More
Bersama dengan-Mu

Bersama dengan-Mu

Menuju Kampung Barua, Rammang-rammang Bersama dengan-Muadalah satu-satunya sumberkebahagiaanku.Karena semua selain Engkauadalah bentuk,tapi hanya Engkau yang sungguh Haqq.Jangan pernah pisahkan akudari-Mu,karena tak mungkinsebuah kapal berlayartanpa air.Aku sebuah kitab yang cacat,tapi ketika Engkau yang membaca,Kau pulihkan aku.Yusuf selamat                    [1]walau dikepung seratus serigalaketika Engkau yang menjadi gembala.Setiap kali Engkau bertanya,"Bagaimana kabarmu?"wajahku memucatdan air-mataku bercucuran.Ke dua hal itu hanyalah tandabagi mereka yang kasar dan rendah;apa lah artinya tanda-tanda bagi-Mu,yang tak memerlukan satu tanda pun.Kau dengar bisikan tak terucapkan,Kau baca niat tak tertulis.Kau perlihatkan visidi luar tidur;tanpa airKau perjalankan kapal.Wahai diriku: diamlah,karena dari ketiadaan telah tiba sabda,"Kau tak…
Read More
Harapan telah Menyingsing

Harapan telah Menyingsing

Jelang fajar di Masjid Nabawi, Akhir Februari 2024 Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib. Jangan berputus-asa, walau Siti Maryam telah meninggalkanmu, tapi cahaya yang mengangkat Isa ke langit telah muncul. Jangan berputus-asa, wahai jiwaku, dalam kegelapan penjaramu ini, sang Raja yang membebaskan Jusuf-mu telah tiba. Ya'qub telah muncul dari balik hijab kebuntuan, Yusuf yang kan menyibak hijab Zulaikha telah tampil. Wahai engkau, yang sejak malam hingga fajar memohonkan, "Yaa Rabb," Yang Maha Rahman mendengar rintihanmu, dan telah datang. Wahai sakit yang telah menua: sembuhlah, obatmu telah sampai; wahai gerbang kukuh: terbukalah,…
Read More