Beranda – Salin

Jelas Jalan Kembali

Engkau yang cerahkan hatiku, telah pergi; tapi tak pernah berpisah: Citramu selalu dalam penglihatanku. Cintamu selalu dalam hatiku. Ku telusur pelosok bumi, siapa tahu kau berkunjung ke sana. Senantiasa kuberharap, kan jelas akhirnya, jalanku kembali ke rumah. Sumber: A.J. Arberry, Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More

Mengapa Bangkit Hasadmu

Mengapa bangkit hasadmu di tengah lautan kepemurahan ini? Mengapa kau tolak datangnya kebahagiaan yang menggelombang? Tak seekor pun ikan pertahankan secangkir air bagaikan harta karun; ketika dia tahu, samudera luas tak pernah tolak kehadirannya. Sumber: A.J. Arberry, The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More

Semua Tengah Bermohon

Kita semua bergantung sepenuhnya pada kemaha-kuasaan Sang Pencipta. Seluruh kuasa, seluruh kekayaan, semata milik-Nya; kita pengemis rudin. Lalu mengapa kita mendaku, lebih unggul satu sama lain? Bukankah kita semua sama, tengah bermohon di muka pintu istana-Nya? Sumber: A.J. Arberry, The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More

Tiga Hari

Masa kecil sudah lama lewat Masa muda telah berlalu Usia senja tengah menjelang Dunia ini, segera lah lewati. Izin tinggal tiga hari, tak lebih itulah masa berkunjung; Wahai tamu, waktumu telah habis, silakan lanjutkan perjalanan. Sumber: A.J. Arberry, Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More

Lupa Negeri Kelahiran

Wahai insan, kau miliki sebuah negeri di balik lelangit, tapi pada tanah dan debu kau tujukan dirimu. Telah kau hujamkan citra dirimu pada permukaan bumi; melupakan negeri yang jauh tempat kelahiranmu. Sumber: Rumi: Rubaiyat Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry dalam The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More

Disana, Seluruhnya Penyaksian

Jika kau miliki telinga, dengarlah pesanku dengan jelas: dengan sepenuh hati berisikan Dia, beranjaklah tinggalkan dirimu. Jika kau lihat sesuatu, diamlah, tataplah apa yang tampil dengan jernih: Satu patah kata pun tak perlu kau ucapkan disana, seluruhnya penyaksian. Sumber: A.J. Arberyy, Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More

Tujuan Tunggal

Kecuali seseorang memerangi dirinya sendiri, jiwanya takkan sungguh-sungguh mati, maka takkan pernah dia kuasai rahasia penyatuan. Maksudnya bukan Tuhan mengejawantah, tapi diri yang mati dari keakuannya. Tujuan pencarian lainnya sangat tidak penting dan jelas seluruhnya tidak benar. Sumber: A.J. Arberry, The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Takkan Berbantah

Takkan Berbantah

Selama ku bernyawa, Al Qur'an keyakinanku; Muhammad, pilihan Allah, satu-satunya junjunganku. Jika ada yang menuduh: tak pernah kususun sepotong syair, kecuali hal ini; sedikitpun ku takkan bantah dirinya, ataupun perkataannya. Sumber:Rumi: Rubaiyat.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry, dalam The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Mengapa Sedemikian Betah

Mengapa Sedemikian Betah

foto dari wallpapersden Sang Kekasih menatapkupenuh sayang, dan berkata,"bisakah kau hidup tanpa Aku?"Kujawab tegas,"tanpa-Mu, bagiku bagai ikan tanpa air.""Jika begitu," Ia bertanya,"mengapa sedemikian betahkau tinggal di padang kering ini?" Sumber:Rumi: Rubaiyat #334Terjemahan ke Bahasa Inggris olehJonathan Star dan Shahram Shiva,dalam A Garden Beyond Paradise,Bantam Books, 1992.
Read More