19
Oct
Gambar oleh LoggaWiggler dari Pixabay Sebuah kebakaran besar terjadi di masa kekhalifahan Sayidina Umar ra: kobarannya menelan bebatuan layaknya api menghancurkan kayu kering. Api menelan rumah dan bangunan, melonjak tinggi sampai mengancam burung-burung dan sarang mereka. Separuh kota tertelan api; air bagai gentar dan gagap menghadapinya. Mereka yang masih bisa berfikir terus menyiramkan air, bahkan cuka, untuk memadamkannya. Sungguhpun demikian, kobaran api malah meningkat, sampai datang bantuan dari yang Tunggal, yang tak-Terbatas. Orang-orang bergegas mendatangi Umar ra, sambil berkata, "api itu sama sekali tidak dapat dipadamkan dengan air." Beliau ra. menjawab, "api itu adalah salah satu tanda dari Allah: itu…