Menatap Khazanah-Nya

Menatap Khazanah-Nya

Pada sebuah tengah malam di Masjid Nabawi, Sya'ban 1445H Penglihatan seorang pencari kebenaranmenembus yang mewujud,menatap yang tersembunyi.Apa yang dicerap panca indrahanya bagai sebuah bayangan.Kita semua tengah mencari sesuatuyang belum tampil dalam wujud:pengemis mencari recehan,pedagang mencari untung,petani menanti panen,murid mencari ilmu,dan sang pencari, pencerahan.Ketiadaan adalah gudang khazanah Tuhan,yang isinya sedang menurun, mewujud. Sumber:Rumi: Matsnavi VI: 1360 - 1367.Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi’s Little Book of Life:The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012
Read More

Cermin bagi Sang Elok

Seorang lelaki menempuh perjalanan yang jauhuntuk mengunjungi sahabat kentalnya, Jusuf, sang nabi, as.Setelah beramah-tamah, Jusuf bertanya kepada kawannya itu,apa gerangan oleh-oleh yang dibawa dari negerinya,sebagai hadiah.Sang sahabat menjawab:"Telah kurenungkan dalam-dalam, apa gerangan hadiahyang pantas untukmu, sahabatku.Apa yang kau perlukan, sementara kutahu, semua hal telah kau miliki.Tak ada seorang pun yang lebih elok daripadamu di dunia ini;karenanya kubawa untukmu sebuah cermin sederhana.Setiap kali kau memandangnya, akan kau lihatbayangan wajahmu yang sempurna.Engkaulah perwujudan keindahan."Apakah mungkin ada sesuatu yang diperlukan oleh Dia,yang Maha Agung?Bukankah segala sesuatu ciptaan adalah milik-Nya.Yang Dia kehendaki adalah qalb insan yang jernih,yang di dalamnya Dia dapat melihat bayangan-Nya sendiri.…
Read More