Lari dari Izrail, as

Lari dari Izrail, as

Foto, Egypt, oleh Lorella Castillo Suatu pagi,ke majelis Nabi Sulaiman as, yang sedang beradadi gedung pengadilan, masuklah seorang bangsawan,berlari, tergopoh-gopoh.Wajahnya pucat karena sedih,bibirnya membiru.“Sakitkah engkau, Khwajah?”tanya Sang Raja.Ia menjawab, “Ketika Izrail melemparkan pandangankepadaku, dia penuh amarah dan kebencian.”“Nah, sekarang katakan, apa yang engkau inginkan?”“Wahai pelindung hidupku, kumohon padamu,perintahkanlah angin membawaku langsung ke India:semoga sesampainya disana, jiwa hambamu ini selamat dari kematian.”Wahai, betapa banyak orang berlomba-lomba,melarikan diri dari kemiskinan;malah terjatuh mereka kedalam rahang serakahdan panjang angan-angan.Ketakutanmu akan kemiskinan bagaikan kengerianorang itu: ketahuilah, keserakahan dan panjangnyaangan-anganmu adalah India dari kisah ini.Nabi Sulaiman memerintahkan anginsegera membawanya melintasi samudera,ke pedalaman India.Keesokan harinya, dalam sebuah…
Read More
Sebuah Damba

Sebuah Damba

Pada sebuah malam yang sejuk dan berangin di atas Masjid Nabawi,Februari, 2024 Telah beratus kali aku mati,wahai Kekasih;keharuman-Mu membuatkuselalu bangkit kembali.Telah beratus kali aku kehilangan jiwa,tapi suara-Mu selalu mengembalikanya.Perjanjian diantara kitadi saat yang mendebarkan itu:Kau tetap bersetia,sementara telah beratus kali aku ingkar,tertipu aku oleh hasratku sendiri,ingin meraih-Mu semauku.Bilakah kudapat memandang-Mu kembali,seraya mempersembahan hatikubagi cinta-Mu?Engkau bagai matahari,menyala di hati para Insan Sejati;membuata hatiku berpendar,bagaikan rembulan,berputar berkeliling di langit nan biru. Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, no 1689.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh RAJ Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More
Terbanglah Wahai Jiwa

Terbanglah Wahai Jiwa

Foto oleh rejaul karim dari unsplash. Mengapakah jiwa tak terbang mengangkasa, ketika dari Hadirat yang Agung, sebuah ajakan nan ramah: 'Naiklah!' tertuju padanya? Mengapa seekor ikan tak melompat dengan gesit, dari tanah yang kerontang ke dalam air, ketika sampai ke telinganya, suara debur ombak dari lautan yang dingin ?Mengapakah seekor elang tak melesat dari sarangnya, menuju lengan Sang Raja; ketika didengarnya suara genderang, memberi perintah, 'kembalilah' ?Mengapakah tak setiap pejalan menari, bagaikan pendaran zarah, di hadapan Matahari Keabadian; yang menyelamatkannya dari kelapukan?Di hadapan yang Maha Agung dan Maha Indah, yang Maha Cantik, Sang Penganugerah kehidupan. Sungguh kejahilan dan kemalangan, jika…
Read More

Lepaskanlah Beban

di Masjid SGD, Kasepuhan, Cirebon, Desember, 2025 Lepaskanlah beban kehidupan ini,agar dapat kukunjungitaman kaum yang shaleh.Lalu, bagai ashabul-kahfi,kutelusuri jalan penuh karuniaketika tak lagi kuterjaga,bukan pula kutertidur.Ku kan berbaring ke sebelah kanan,atau ke sebelah kiri;tak akan aku berguling bagai bola,kecuali tak sengaja.Seperti itulah, wahai Al-Hakim,Engkau membolak-balikkan akukadang ke kanan, kadang ke kiri. [1]Ratusan ribu tahun aku melayangkesana-kemari, bak debu di udara. [2]Telah kulupakan keadaan saat itu,tapi ketika jiwaku tengah lebur,dibawa aku kembali ke sana,dan perlahan ingatanku pulih.Setiap malam kudamba kemerdekaandari salib bercabang empat ini, [3]dan melesat dari wadah sementara yang sesak ini,menuju padang ruhaniah nan lapang.Bersama sang juru-rawatku: tidur yang lebur,kuhirup…
Read More
Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Mengkaji Cahaya di atas Cahaya

Kubah Hijau Masjid Nabawi di pagi sejuk Sya'ban 1445H Sang Musthafa bertutur tentang permohonan Neraka, ketika dengan berendah-hati dia bermohon kepada pemilik iman sejati: "berlalulah dengan cepat, wahai Sang Raja, karena cahayamu telah memadamkan apiku." Jadi, terang cahaya al-Mukmin berarti padamnya api, karena tanpa tanpa tampilnya yang berlawanan tak mungkin sesuatu sirna. Pada Hari Perhitungan, api akan menjadi lawan cahaya, karena api bersumber dari Murka-Nya, sementara cahaya dari Rahmat-Nya. Jika engkau ingin tanggalkan api kejahatan, tujukan air Rahmat Ilahiah ke jantung api. Mereka yang bertakwa dengan haqq memancarkan aliran air rahmat itu: inti jiwa mereka yang bertakwa adalah Air Kehidupan.…
Read More
Tuan Rumah

Tuan Rumah

Fajar di Masjid Nabawi, Sya'ban 1445H Para penempuh Jalan, dimana kalian?Kekasih Tercinta ada disini! [1]Dambaanmu tinggal di ruang sebelah.Sejak awal bertetangga! [2]Mengapa engkau berkelanakesana kemari, menjelajah gurun?Jika tatapanmu menuju ke Wajah yang Tercinta, [3]dan tak hanya ke bentuk permukaan,maka dirimulah yang menjadirumah bagi Rabb:engkaulah tuan rumah bagi-Nya.Berkali-kali kau tempuh jalanmenuju rumah itu.Kali ini, masuklah ke dalam,panjatlah atapnya.Rumah indah yang suciyang ciri-cirinya telah kau paparkandengan rinci.Kini tunjukkanlah padakuciri-ciri rumah Rabb.Jika telah kau kunjungi Taman itu,mana oleh-oleh rangkaian bungadari sana?Jika kau telah sampai Laut-nya Rabb,mana mutiara indah, jiwamu:Sang Pribadi?Bagaimanapun,semoga jelajahmu selama inimembawamu ke gudang harta-karun.Sungguh sayang,jika tak kau sadari,harta-karunmu terkuburdi dalam dirimu…
Read More
Cahaya dan Bayangan

Cahaya dan Bayangan

Foto oleh Emir Bozkurt: https://www.pexels.com/photo/men-praying-in-mosque-15860613/ Tak mungkin suatu semesta terpisah dari semesta-semesta lainnya. Tidak mungkin basah terpisah dari air, suatu langkah dari gerakan lainnya. Takkan padam nyala api dengan api lainnya; wahai anakku, hatiku berdarah karena cinta, jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain. Hanya matahari yang mampu enyahkan bayangan. Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan; [1] carilah kuasa ini dari Sang Matahari. Kalaupun ribuan tahun kau coba hindari, pada akhirnya, kan kau dapati bayangan senantiasa bersamamu. Yang melayanimu adalah dosa-dosamu, yang menolongmu adalah sakitmu, nyala lilinmu adalah kegelapanmu, pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu. Hal ini kan kujelaskan, hanya jika…
Read More

Dalam Dekapan Sang Kekasih

Mandalasari, Agustus 2012 Akhirnya,berangkat engkau,bertolak ke alam tak-kasat mata.Sungguh mengagumkan,caramu tinggalkan alam-dunia.Kau kibaskan sayap dan bulumu,kau lepaskan diri dari sangkarmu.Mengangkasa engkau ke langit,kau capai alam jiwa.Pernah engkau bagai elang ningrat,dikurung seorang wanita tua. [1]Lalu kau dengar genderang penyeru, [2]dan melesatlah engkaulintasi ruang dan waktu.Sebagai burung yang merindu,pernah kau terbang bersama para burung hantu. [3]Ketika harum semerbak berhembusdari taman mawar,segera engkau bertolak,menjemput Sang Mawar.Anggur dari alam fana ini, [4]terkadang membuat pening kepalamu.Akhirnya, kau masuki Kedai Keabadian.Bagaikan sebatang panah [5]melesat engkau dari busur,tepat menghunjam ke inti kebahagiaan.Alam bayangan inimemberimu bermacam isyarat palsu.Tapi telah berpaling engkau dari maya,dan melangkah ke hadirat kesejatian.Kini, engkaulah…
Read More
Bagai Purnama

Bagai Purnama

sumber foto: wallpaperaccess.com Wahai jiwa yang berharga, jangan tunda lagi: tempuhlah perjalanan yang mencengangkan, menuju Lautan Makna. Ingatlah telah kau lalui banyak tahapan. Jangan kau lawan, berserahlah pada pencarian. Basuhlah sayapmu dari lumpur duniawi dan ikuti jejak para pendahulumu. Jangan tinggal di bengkel perajin tanah liat pecahkanlah kendimu, dan mengalirlah bersama arus kehidupan. Meluncurlah dari pegunungan ke laut, karena tak ada jaminan keamanan di gunung. Jangan berpaling ke timur atau ke barat mengarahlah langung ke matahari. Dari cahayanya, kau kan seperti rembulan: mulai bagai bulan mati, lalu bagai purnama. Sumber:Rumi: Divan #2873Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita…
Read More
Ketika Rasa Sakit Tiba

Ketika Rasa Sakit Tiba

Rasa sakit akan timbul ketika dengan sadar diri dicermati: rasa sakit itulah yang akan mengeluarkan seseorang dari hijab bangga-diri. Tanpa sang ibu dikuasai rasa-sakit yang sangat, ketika melahirkan, bayi tidak akan menemukan jalan lahir. Amanah dari Sang Pencipta tersimpan dalam qalb; [1] qalb lah yang mengandungnya: sementara nasehat dari para nabi dan rasul itu bagaikan bidan. Bisa saja bidan membujuk sang ibu bahwa sakit melahirkan itu tidak seberapa; tapi rasa sakit itu tetap perlu. Sakit itulah yang memberi jalan kelahiran bagi sang bayi. Yang tak punya rasa sakit itu adalah seorang penyamun, karena tanpa rasa sakit itu sama dengan mengatakan:…
Read More