Menghadapkan Wajah kepada Sang Kekasih

Menghadapkan Wajah kepada Sang Kekasih

Semua orang sibuk di dunia ini.Ada yang sibuk dengan cintanya pada para wanita, ada yang asyik dengan hartanya, mencari uang, atau belajar--dan semuanya percaya bahwa kemaslahatan dan kebahagiaannya bergantung pada apa yang dicarinya. Dan itu semua juga merupakan rahmat Allah.Ketika seorang manusia mencari sesuatu yang dikira dibutuhkannya, lalu tak ditemukannya, dia akan membelakangi hal itu. Setelah jeda mencari sejenak dia akan berkata: “Kebahagiaan dan rahmat mesti dicari. Mungkin aku masih kurang keras berupaya. Kalau begitu, akan kuusahakan terus.”Ketika dia terus mencari, dan yang dicarinya itu masih juga belum ditemukannya, dia terus berupaya, sampai rahmat itu tersingkap mewujud kepadanya. Barulah disadarinya,…
Read More
Tuan Rumah

Tuan Rumah

Fajar di Masjid Nabawi, Sya'ban 1445H Para penempuh Jalan, dimana kalian?Kekasih Tercinta ada disini! [1]Dambaanmu tinggal di ruang sebelah.Sejak awal bertetangga! [2]Mengapa engkau berkelanakesana kemari, menjelajah gurun?Jika tatapanmu menuju ke Wajah yang Tercinta, [3]dan tak hanya ke bentuk permukaan,maka dirimulah yang menjadirumah bagi Rabb:engkaulah tuan rumah bagi-Nya.Berkali-kali kau tempuh jalanmenuju rumah itu.Kali ini, masuklah ke dalam,panjatlah atapnya.Rumah indah yang suciyang ciri-cirinya telah kau paparkandengan rinci.Kini tunjukkanlah padakuciri-ciri rumah Rabb.Jika telah kau kunjungi Taman itu,mana oleh-oleh rangkaian bungadari sana?Jika kau telah sampai Laut-nya Rabb,mana mutiara indah, jiwamu:Sang Pribadi?Bagaimanapun,semoga jelajahmu selama inimembawamu ke gudang harta-karun.Sungguh sayang,jika tak kau sadari,harta-karunmu terkuburdi dalam dirimu…
Read More

Untuk Dicicipi

Sleeps like a baby, Parabon-BDG 2 Okt 2010 Wahai pencari,jangan bersedih jika Yang Tercinta mengusirmu;jika hari ini engkau diusir, itu hanya agar esok Dia memanggilmu.Jika dia menutup pintu untukmu,jangan pergi, bersabarlah sebentar;karena sabarmu itu akan ditaruh-Nya engkaupada tempat terhormat,di sisi-Nya. Jika Dia menutup bagimu semua jalan dan lintasan,janganlah berputus-asa,akan diperlihatkan-Nya untukmu suatu jalan rahasia,yang tak diketahui orang lain.Perhatikanlah tukang jagal,yang memotong kepala domba dengan pisaunya,tidaklah lalu dia meninggalkan sembelihannya.Ketika tiada lagi nafas pada domba yang disembelih,keahlian selanjutnya dari sang penjagalbagaikan nafas baru, yang menghidupkan kembalibinatang itu.Bayangkan, kehidupan seperti apayang diberikan hembusan-Nya.Itu tadi hanya suatu perbandingan:kemurahan-Nya takkan membunuh satu orangpun,sebaliknya, itu…
Read More

Apalah Artinya Kelimpahan tanpa Pengemis

Masjid Nabawi, Februari, 2024 Apalah artinya kelimpahan tanpa pengemis?Keramahan tanpa tamu?Jadilah pengemis. Jadilah tamu;Karena kecantikan mencari cermin,Air memanggil pencari yang haus. Putus-asa dan kefakiranadalah ceruk pengikat merah-delima.Kefakiranmu adalah buraqmu,janganlah menjadi peti-mati,yang hanya menunggangpundak orang lain. Bersyukurlah kepada-Nyaakan keterbatasanmu;tanpa itu,boleh jadi engkau bersikap bagaikan Fir'aun.Musa as, merintih dalam do'anya,"Rabbi, inni lima anzalta 'ilayya min khayri fakiir." [1] Jalan Musa as. sepenuhnya tersusun dari putus-asa dan kefakiran,dan itu adalah satu-satunya Jalanmenuju Rabb. Sejak engkau bayi,kapankah keputus-asaanpernah mengecewakanmu? Jalan setapak yang ditempuh Yusuf as.membawanya dibuang kedalam sumur;janganlah menghindar dari papan-catur alam-dunia ini,karena ini adalah permainan-Nya,dan selalu kita yang terkunci-mati. Lapar membuat roti-tawarlebih lezat…
Read More
Pencinta tanpa Air-mata

Pencinta tanpa Air-mata

Bogor, 13 Juli 2011 Orang yang tak memiliki Kekasih Tercinta bagaikan manusia tanpa kepala. Orang yang kabur dari penjara Cinta bagaikan seekor burung tanpa sayap. Kabar apa yang mungkin dibawa seseorang, yang tak diketahui Sang Penjaga Rahasia? Orang yang ditembus anak-panah lirikan mata-Nya bagaikan ksatria yang terjun ke medan perang tanpa tameng pelindung. Orang yang tak bisa melihat kedalam dirinya sendiri bagaikan seorang lelaki tanpa keberanian. Orang yang tak bisa membuka pintu qalb-nya sendiri, bagaikan pencinta tanpa air-mata. Dialah yang menempatkan sebuah pintu di tengah Jalan ini. Hanya yang menaruh pintu itu yang dapat membukanya. Mereka bilang, "bangun, bangun, fajar…
Read More

Dalam Dekapan Sang Kekasih

Mandalasari, Agustus 2012 Akhirnya,berangkat engkau,bertolak ke alam tak-kasat mata.Sungguh mengagumkan,caramu tinggalkan alam-dunia.Kau kibaskan sayap dan bulumu,kau lepaskan diri dari sangkarmu.Mengangkasa engkau ke langit,kau capai alam jiwa.Pernah engkau bagai elang ningrat,dikurung seorang wanita tua. [1]Lalu kau dengar genderang penyeru, [2]dan melesatlah engkaulintasi ruang dan waktu.Sebagai burung yang merindu,pernah kau terbang bersama para burung hantu. [3]Ketika harum semerbak berhembusdari taman mawar,segera engkau bertolak,menjemput Sang Mawar.Anggur dari alam fana ini, [4]terkadang membuat pening kepalamu.Akhirnya, kau masuki Kedai Keabadian.Bagaikan sebatang panah [5]melesat engkau dari busur,tepat menghunjam ke inti kebahagiaan.Alam bayangan inimemberimu bermacam isyarat palsu.Tapi telah berpaling engkau dari maya,dan melangkah ke hadirat kesejatian.Kini, engkaulah…
Read More
Cara Sang Kekasih Mengajarkan Isyarat

Cara Sang Kekasih Mengajarkan Isyarat

Engkau niatkan menempuh seratus perjalanan: Dia menarikmu ke tempat lain. Ditariknya tali-kekang kuda ke berbagai arah agar kuda yang belum terlatih menyadari kehadiran penunggang. Kuda yang terlatih pesat larinya, karena dia tahu ada penunggang di atas punggungnya. Dia paterikan kepada hatimu seratus niat bulat; lalu Dia mengecewakanmu; lalu Dia meremukkan hatimu. Jika hanya sekali sayapmu dihancurkan, kehadiran Sang Penghancur sayap hanya sayup-sayup engkau tengarai. Tetapi karena Dia secara teratur memutuskan jaring-jaring rencanamu, maka tata-aturan Rabb bagimu akan jelas terbukti. Dalam berbagai peristiwa, terkadang keinginan dan tujuanmu tercapai. Agar melalui harapan tercapainya tujuanmu, hatimu dapat membangun sebuah niat; sehingga lalu Dia…
Read More
Bagai Purnama

Bagai Purnama

sumber foto: wallpaperaccess.com Wahai jiwa yang berharga, jangan tunda lagi: tempuhlah perjalanan yang mencengangkan, menuju Lautan Makna. Ingatlah telah kau lalui banyak tahapan. Jangan kau lawan, berserahlah pada pencarian. Basuhlah sayapmu dari lumpur duniawi dan ikuti jejak para pendahulumu. Jangan tinggal di bengkel perajin tanah liat pecahkanlah kendimu, dan mengalirlah bersama arus kehidupan. Meluncurlah dari pegunungan ke laut, karena tak ada jaminan keamanan di gunung. Jangan berpaling ke timur atau ke barat mengarahlah langung ke matahari. Dari cahayanya, kau kan seperti rembulan: mulai bagai bulan mati, lalu bagai purnama. Sumber:Rumi: Divan #2873Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita…
Read More

Yang Tampak dan Yang Tersembunyi

Pemandangan dari Mandalasari, lokasi ber-dzikir-maut Dia telah menjadikanyang nisbi eksistensinyatampil berwujud dan agung;Dia telah menjadikanyang lebih nyata eksistensinyatersembunyi bentuknya.Dia telah menghijab Laut,dan membuat ombak tampak;Dia telah menyembunyikan Angin,dan memperlihatkan padamu debu.Debu membubung setinggi menara:tak mungkin ia melayang sendiri.Wahai yang berpandangan tajam,kau lihat debu melayang tinggi;sedangkan anginnya tak kau lihat,tapi kau ketahui adanya dengan akalmu.Kau lihat ombak menggelora kesana-kemari,tanpa Laut, ombak itu takkan bergerak.Kau lihat ombak itu dengan inderamu,dan Laut melalui kesimpulanmu:pemikiran tersembunyi,sedangkan perkataan berwujud.Kita melihat akibat sebagai pengukuhan:mata kita hanya melihat hal yang tak memilikieksistensi sendiri.Mata lahiriah ini hanya melihat secara terbatas,bagaikan dalam keadaan tidur,tak dilihatnya apa pun kecuali fatamorganadan…
Read More
Engkaulah

Engkaulah

Sejak kumulai berjalan, Engkaulah tujuan, Engkaulah pemandu. Ketika kucari hatiku, Engkaulah yang meremukkannya. Ketika kucari kedamaian, Engkaulah yang mengayomi. Ketika kupergi berjihad, Engkaulah pedangku. Ketika kubelajar lebur, Engkaulah anggur dan manisan. Ketika kudatangi taman itu, Engkaulah sang narsisus memekar. Ketika kusampai ke tambang itu, Engkaulah sang merah delima. Ketika kuselami samudera, Engkaulah mutiara di dasar. Ketika kulintasi gurun, Engkaulah oase. Ketika aku mengangkasa, Engkaulah bintang paling terang. Ketika kutegak dengan berani, Engkaulah perisaiku. Ketika kupingsan kebingungan, Engkaulah wewangian yang menyadarkan. Ketika kuterjun dalam pertempuran, Engkaulah sang panglima pasukan. Ketika kutiba di perjamuan, Engkaulah tuan-rumah, penghibur, sekaligus cangkir. Ketika kumenulis, Engkaulah…
Read More