Yang Satu Itu

foto oleh mehdi el-marouazi dari unsplash Dan seseorang berkata, "Aku telah melupakan sesuatu."Sesungguhya,  hanya satu hal saja di dunia ini, yang tidak boleh engkau lupakan!Boleh saja engkau melupakan semua hal lain, kecuali yang satu itu, tanpa engkau harus menjadi risau karenanya. Jika engkau mengingat semua yang lain, tapi  melupakan yang satu itu—maka tiada sesuatu pun telah engkau capai.Dirimu itu bagaikan seorang utusan yang dikirim sang raja ke sebuah desa dengan suatu tujuan khusus. Jika engkau berangkat dan kemudian mengerjakan seratus tugas lainnya, tapi lalai menyelesaikan satu tugas yang dikhususkan untukmu tersebut, itu sama saja artinya dengan engkau tidak mengerjakan apa-apa.Demikianlah, manusia diutus…
Read More

Cermin bagi Sang Elok

Seorang lelaki menempuh perjalanan yang jauhuntuk mengunjungi sahabat kentalnya, Jusuf, sang nabi, as.Setelah beramah-tamah, Jusuf bertanya kepada kawannya itu,apa gerangan oleh-oleh yang dibawa dari negerinya,sebagai hadiah.Sang sahabat menjawab:"Telah kurenungkan dalam-dalam, apa gerangan hadiahyang pantas untukmu, sahabatku.Apa yang kau perlukan, sementara kutahu, semua hal telah kau miliki.Tak ada seorang pun yang lebih elok daripadamu di dunia ini;karenanya kubawa untukmu sebuah cermin sederhana.Setiap kali kau memandangnya, akan kau lihatbayangan wajahmu yang sempurna.Engkaulah perwujudan keindahan."Apakah mungkin ada sesuatu yang diperlukan oleh Dia,yang Maha Agung?Bukankah segala sesuatu ciptaan adalah milik-Nya.Yang Dia kehendaki adalah qalb insan yang jernih,yang di dalamnya Dia dapat melihat bayangan-Nya sendiri.…
Read More

Rahmat

di Makam Syaikh Ali Samsujen, Kediri, 2023 Ada di antara insan yang terpandu kecerdasan yang sangat tinggi tatarannya, mereka bagai malak dan cahaya murni. Mereka adalah para nabi dan wali, yang terbebas dari "ketakutan dan kesedihan" (QS [10]: 62). [1]Adapula di antara manusia yang yang kecerdasannya terkerdilkan oleh hasrat, sehingga tatarannya merosot bagaikan binatang ternak. [2]Diantara ke dua golongan itu terdapat kelompok yang tengah berjuang.Pada diri mereka tampil rasa sakit dan penderitaan dan mereka merasa tak puas dengan kehidupan yang tengah mereka jalani. Mereka adalah kaum beriman. Para wali menanti mereka, siap mengajak mereka mencapai tataran mereka yang sesungguhnya, lalu bergabung bersama para wali. Sementara…
Read More
Akulah Angin dan Engkau Selembar Daun

Akulah Angin dan Engkau Selembar Daun

Waduk Jatiluhur, 26 Juni 2011 Akulah angin, dan engkau selembar daun:Bagaimana kau tak gemetar, bila tak kau taati perintah-Ku?Kulemparkan sebutir batu,sehingga remuklah gelasmu:Lalu, bagaimana tak diubah engkau?Jadi berharga bagai seratus permata,seratus samudera? Catatan:Mengingatkan akan kisah Musa as di dalam al-Qur'an [28]: 15 - 20.Betapa perubahan pada diri Musa, sang pangeran Mesir, dimulai saat dia membela seseorang, dan memukul lawan bersengketanya. Sampai "tak sengaja" lawan orang itu tewas. Memaksanya menjadi seorang buronan di Mesir. "Remuklah gelas" (kehidupannya) berkeping-keping. Terpaksa dia melarikan diri ke Madyan. Disana, malah dia bertemu gurunya. Yang menyiapkannya menjadi seorang pemimpin. Malah menjadi seorang nabi bagi umatnya. Pada…
Read More
Periksalah dengan Teliti

Periksalah dengan Teliti

  Mengenai lelangit yang sedemikian indah dan agung,Tuhan bersabda: "... maka pandanglah berulang-kali...".   Tentang atap cahaya itu,janganlah puas hanya dengan sekali pandang,periksalah dengan teliti,  "... adakah cacatnya?"   Karena Dia telah memerintahkanmuagar memeriksa dengan teliti atap yang sempurna itu--bagaikan kau mencari kesalahan orang lain--   maka akan kau sadari,betapa banyak pemeriksaan dan penyelidikanyang diperlukan oleh bumi yang gelap,agar memenuhi syarat.       Catatan: "... maka lihatlah berulang-kali, adakah kau lihat sesuatu yang cacat? " (QS al-Mulk [67]: 3).   Para pemuka ilmu hikmah menyatakan bahwa, "alam itu bagaikan insan yang besar,sementara insan itu bagaikan alam yang kecil."   "Memeriksa bumi…
Read More

Semua Tengah Bermohon

Kita semua bergantung sepenuhnya pada kemaha-kuasaan Sang Pencipta. Seluruh kuasa, seluruh kekayaan, semata milik-Nya; kita pengemis rudin. Lalu mengapa kita mendaku, lebih unggul satu sama lain? Bukankah kita semua sama, tengah bermohon di muka pintu istana-Nya? Sumber: A.J. Arberry, The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Rintihan Tawanan Dunia

Rintihan Tawanan Dunia

    Dari Candi Kedaton di Muaro Jambi, 8 Juli 2023 Mesti berapa lama lagi, kudapati diriku terantai dalam penjara ini, terantai ke dunia ini. Telah tiba saatnya kuraih kesejatian hidup; dan aku bergerak, berderap, menuju ke kemurnian. Jika aku bisa tersucikan, dan terbersihkan dari kotoran, seterusnya tiada yang kucari kecuali Dia semata. Ketika aku diciptakan, telah disediakan untukku semesta dan istana;   [1] sungguh aku ingkar jika kuterima jabatan hanya sebagai seorang penjaga pintu.  [2] Jika ku berhasil mengubah sikap seperti penjaga pintu ini, jika ku berhasil mengembalikan akalku kepada kesejatiaannya, bahagiaku kan datang menggantikan kesedihanku. Wahai qalb: mengingat…
Read More
Dan Tetaplah Engkau Sadar

Dan Tetaplah Engkau Sadar

Curug Citambur, 1 Juni, 2023 Wahai Sana'i,  [1]Jika tak kau temukan satu pun sahabat,Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri.Di alam dunia ini,tempat dari bermacam manusiadan beragam tugas,jadilah pelaksana dari tugasmu sendiri.Setiap pengikut dari karavan ini,mencuri perbekalannya sendiri--waspadai dan jagalah bekalmu. [2]Sebagian besar orang berjual-belikeidahan dan cinta palsu--lewati ke dua sungai kering ini,dan jadikan dirimu sungai yang deras mengalir.Jika ada kawan yang menarik tanganmuke arah hal yang tak berarti,segera tarik tanganmudan jadikan dirimu seorang penolongbagi dirimu sendiri.Ciptaan-ciptaan yang cantik ini,bagaikan lukisan indah pada kanvas,menghijab aneka keindahan qalb,sibakkan hijab dan masuklahhadirlah bersama Yang Tercinta-mu.Hadirlah bersama Yang Tercinta,jadilah insan berakal-sejati,naiklah mengatasi kedua alam,tempatilah semestamu…
Read More