Rahmat-Nya yang Tersembunyi

"Pelana" Gunung Gede, Cipanas, Cianjur, Juli 2023 Engkau bagai Langitdan aku seperti Bumi,yang terpesona pada apa-apayang Kau tumbuhkan dalam hatiku.Haus aku, kering bibirku,hanya rahmat-Mu berupa hujanyang dapat mengubah bumi menjadi sebuah taman mawar.Karena-Mu ia mengandung sesuatudan Engkaulah yang tahu bebannya.Ia bergetar, ia berputar, ia merintih,ia melahirkan suatu dambaan Ilahiah.Sang Kekasih merawat pencinta-Nyadan melimpahi mereka bermacam hidangan.Terkadang diikat-Nya merekadengan tali nalar fikiran;kali lain dibebaskannya mereka agar menari.Pandanglah taman penuh aneka bunga,tak mampu mereka menahan luapan kegembiraan.Pandanglah kuasa Ilahiah Sang Tunggalmengubah tanah lempung hina menjadi bentuk yang anggun.Semua yang kita tatap ini adalah hijabdari Matahari yang tak pernah tenggelam itu;Matahari yang sudah…
Read More
Dalam Cengkeraman Sang Kekasih

Dalam Cengkeraman Sang Kekasih

Calligraphic-composition-in-the-form-of-a-lion-Ahmed-Hilmi-IOttoman-Turkey-1913 Tengah tercengkeram engkau dalam cakar seekor singa: sahabatku, janganlah kau harapkan kebahagiaan. Hanya kekerasan yang dapat tundukkan musuh tersembunyi dalam dirimu. Tidaklah seorang pembersih yang sedang memukuli karpet, mengarahkan pukulan tongkatnya padamu melainkan kepada debu di dalamnya. Egomu tersembunyi di balik berlapis hijab debu tak bisa semuanya dibersihkan sekaligus. Bersama setiap pukulan sedikit demi sedikit tanggal hijab dari wajah qalb-mu. Janganlah kau coba mengelak dengan menyelinap ke dalam tidurmu, cakar tajam Sang Kekasih akan mengejarmu sampai ke dalam khayal-mu. Tidaklah seorang pengrajin mengukir sebatang kayu dengan keji, tapi dalam rangka membentuk sebuah karya yang indah. Keras tangan Sang Kekasih…
Read More

Yang Tampak dan Yang Tersembunyi

Pemandangan dari Mandalasari, lokasi ber-dzikir-maut Dia telah menjadikanyang nisbi eksistensinyatampil berwujud dan agung;Dia telah menjadikanyang lebih nyata eksistensinyatersembunyi bentuknya.Dia telah menghijab Laut,dan membuat ombak tampak;Dia telah menyembunyikan Angin,dan memperlihatkan padamu debu.Debu membubung setinggi menara:tak mungkin ia melayang sendiri.Wahai yang berpandangan tajam,kau lihat debu melayang tinggi;sedangkan anginnya tak kau lihat,tapi kau ketahui adanya dengan akalmu.Kau lihat ombak menggelora kesana-kemari,tanpa Laut, ombak itu takkan bergerak.Kau lihat ombak itu dengan inderamu,dan Laut melalui kesimpulanmu:pemikiran tersembunyi,sedangkan perkataan berwujud.Kita melihat akibat sebagai pengukuhan:mata kita hanya melihat hal yang tak memilikieksistensi sendiri.Mata lahiriah ini hanya melihat secara terbatas,bagaikan dalam keadaan tidur,tak dilihatnya apa pun kecuali fatamorganadan…
Read More
Apa yang kan Terjadi?

Apa yang kan Terjadi?

Jika bercerai engkau, dengan keruwetan pikiranmu, walau hanya satu jam saja; menurutmu, apa yang kan terjadi? Jika kau biarkan dirimu tenggelam, bagaikan seekor ikan kedalam lautan cinta Kami; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau hanyalah sepotong jerami; dan Kami Nyala Abadi. Jika  melompat engkau keluar, dari gubugmu yang hina untuk bersatu dengan nyala; menurutmu, apa yang kan terjadi? Telah ratusan kali kau nyatakan janji untuk berhenti membesar-besarkan diri, untuk merendah bagaikan Bumi. Jika sekali saja, engkau patuhi janjimu sendiri; menurutmu, apa yang kan terjadi? Engkau bagaikan permata berharga, terkubur, tersembunyi di dalam kubangan lumpur. Jika engkau basuh semua ketidak-murnian dari wajahmu, yang sejatinya sangat…
Read More
Tongkat Musa

Tongkat Musa

di kebun sayur, Cibodas, Lembang, awal April 2015. Pernah kuberada di taman-Mu,di bawah pohon,yang kabulkan semua keinginan.Sepenuh diriku terbakar,sehingga kumenari tanpa musik.Kini aku sesosok bayangan,kumenari seiring cahaya Matahari:kadang kuberbaring di tanah,kadang kuberdiri-terbalik, di atas kepalaku;kadang aku memanjang,kadang aku memendek.Bagai gerakan cahaya dan bayangan,melintas permukaan bumi,kujelajahi zaman.Akulah pangeran Mesir,dan pemandu Bangsa Israil.Bagi para ulama,akulah sang Pembawa Sabda.Terkadang aku jadi Kalam.Terkadang aku jadi tongkat di tangan Musa.Terkadang aku jadi naga,membelah jalanku menerobos gurun.Jangan pernah cari Cinta,dengan bersandar pada tongkat-kayu fikiran;guna tongkat-kayu itu,hanya untuk memandu jalan orang buta.Yang kudamba hanyalah isyarat-Mu:satu anggukan dari-Mu,maka jiwaku kan bebas.Tidaklah dari sini kuberasal,aku pengelana yang singgah sejenak.Tersaruk berjalan,buta,…
Read More
Jangan Kau Sesali

Jangan Kau Sesali

menyapa sore gerimis di tepi kebun Cibodas, Lembang, April 2015. Jangan kau sesali lenyapnya kebahagianmu; ketahuilah ia akan kembali padamu dalam bentuk yang lain. Saat kanak-kanak kau berbahagia ketika kau menyusu. Ketika mulai tumbuh membesar kau bosan pada susu, dan kesenanganmu beralih pada minuman lain dan madu. Kesenangan adalah sesuatu yang esensial ia datang menyapamu melalui aneka bentuk. Ia bergerak dari satu sudut ke sudut lain pada unsur air dan tanah-lempung, yang membentuk dirimu. Ia bisa mendadak mempertontonkan keindahannya pada butir air hujan, lalu ia merasuki pokok mawar, dan keanggunan kecambahnya ketika bibitnya bangkit dari tanah. Ia bisa datang dari…
Read More
Yang Bangkit dari Abu Penyatuan

Yang Bangkit dari Abu Penyatuan

foto dari wallpaperflare.com Wahai jiwa, engkau lah burung Phoenix, yang bangkit dari abu penyatuan. Mengapa tak terbang mengangkasa? -- di bumi engkau tak dikenal. Kau cicipkan rasa-manis ke dalam hati; seraya kau remukkan ribuan hati dengan pesonamu. Saat ini kau tinggal di dalam raga, tapi ada saat ketika kau lewati lelangit, kau tembus batas-batas semesta. Apa sulitnya ruh menemuimu? --bukankah engkau sayap dan bulunya. Mengapa pandangan tak melihatmu? --bukankah engkau sumber penglihatan. Apa yang akan terjadi pada jiwa tembagamu, ketika sang Ahli Kimia tiba? --bukankah akan diubah jiwamu menjadi emas. Apa yang akan terjadi pada bibitmu yang kecil ketika tiba…
Read More
Dan Tetaplah Engkau Sadar

Dan Tetaplah Engkau Sadar

Curug Citambur, 1 Juni, 2023 Wahai Sana'i,  [1]Jika tak kau temukan satu pun sahabat,Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri.Di alam dunia ini,tempat dari bermacam manusiadan beragam tugas,jadilah pelaksana dari tugasmu sendiri.Setiap pengikut dari karavan ini,mencuri perbekalannya sendiri--waspadai dan jagalah bekalmu. [2]Sebagian besar orang berjual-belikeidahan dan cinta palsu--lewati ke dua sungai kering ini,dan jadikan dirimu sungai yang deras mengalir.Jika ada kawan yang menarik tanganmuke arah hal yang tak berarti,segera tarik tanganmudan jadikan dirimu seorang penolongbagi dirimu sendiri.Ciptaan-ciptaan yang cantik ini,bagaikan lukisan indah pada kanvas,menghijab aneka keindahan qalb,sibakkan hijab dan masuklahhadirlah bersama Yang Tercinta-mu.Hadirlah bersama Yang Tercinta,jadilah insan berakal-sejati,naiklah mengatasi kedua alam,tempatilah semestamu…
Read More

Hijab Mencengangkan

Bagi seorang nabi, alam-dunia ini senantiasa bertasbih dengan memuji asma-Nya; sementara kita menganggapnya dungu tak berarah. Dalam penglihatannya, alam-dunia ini berlimpah cinta; sementara yang lain berpendapat ia beku dan mati. Dalam penglihatannya, lembah dan gunung bergerak dengan lembut: di dengarnya percakapan lirih antara tanah dan batu. Bagi mereka yang bodoh, alam dunia ini seperti benda mati, diam, tak bergerak. Sungguh tak pernah kudapati suatu hijab membutakan, yang lebih mencengangkan daripada hal ini. Sumber: Rumi: Matsnavi  IV: 3532 - 3535 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Camille dan Kabir Helminski dalam Rumi: Jewels of Remembrance, Threshold Books, 1996. Berdasarkan terjemahan dari Bahasa…
Read More
Matilah Sebelum Engkau Mati

Matilah Sebelum Engkau Mati

https://wallpaperaccess.com/sufi [Mengenai sabda Rasulullah saw, ‘Matilah sebelumengkau mati:’ “Wahai sahabat, matilah sebelumengkau mati, jika yang paling engkau kehendakiadalah hidup; karena dengan mati seperti itu Idris a.s.menjadi seorang penghuni al-Jannah terlebih dahuludaripada kita semua."] Engkau telah banyak menderita, tetapi engkau masih tetap terhijab, karena kematian itu suatu pokok yang mendasar, dan engkau belum mencapainya. Deritamu takkan berakhir sampai engkau mati: engkau tidak dapat menjangkau atap tanpa menyelesaikan tangga panjatan. Walau hanya tersisa dua buah, dari seratus anak-tangga, sang pemanjat yang telah keras berjuang, tetap saja terhalang dari menjejakkan kaki di atas atap. Walau tambang hanya kurang satu dari seratus depa, bagaimanakah caranya air-sumur masuk ke dalam timba.…
Read More