hersoe

173 Posts
Tingkatkanlah Kehausanmu

Tingkatkanlah Kehausanmu

Siti Maryam menggendong bayi Isa, dari wikipedia Adalah kesakitan luar-biasa Siti Maryam,yang membuat bayi Isa mulai berbicarasejak dari buaian.Apapun yang tumbuh,berkembang bagi kepentingan mereka yang perlu;sehingga sang pencari dapat menemukanapa yang dicarinya.Rabb yang Maha Tinggitelah menciptakan lelangit,agar berbagai keperluan dapat terpenuhi.Dimana ada sakit,kesanalah obat menuju;dimana ada kefakiran,ke situ rezeki mengalir.Ketika muncul pertanyaan sulit,kesitu lah jawaban bergerak;dimana perahu berada,ke situlah air mengalir.Tak perlu air dicari:tingkatkanlah kehausanmu,sampai air memancar dari atas dan bawah dirimu.Ketika sang jabang bayi menangis kehausan,barulah susu memancar dari dada ibunya. Catatan:Didalam kitab al-Hikamnya yang termasyhur, Ibn 'Athailah, mursyid ke 3 Tarekat Syatariah, menyampaikan:"Nyatakanlah sifat-sifat kehambaan-Mu, niscaya Dia akan…
Read More
Ketika Kau tak Memintal

Ketika Kau tak Memintal

Jangan tiru kelakuan laba-laba, [1]memintal jaring dari liur kesedihan.Dengking dan lenguh di dalamnyasegera melapuk.Mengaduhlah hanya pada-Nya,Sang Maha Pemberi.Dan jangan bahas hal itu lagi.Ketika engkau sungguh diam,kau lantunkan sabda-Nya.Ketika engkau tak memintal,Dialah yang akan memintal untukmu. [2] Catatan:[1] "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba..." (QS [29]: 41).[2] "... barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus..." (QS [2]: 256) Sumber:Rumi: Matsnavi, buku dan nomor belum ditemukan.Terjemahan ke Bahasa Inggris…
Read More
Ketika Malam Tiba

Ketika Malam Tiba

matahari tenggelam, Pelabuhan Ratu, Desember 2013 Telah kau dapatkan di dunia inipakaian indah dan kekayaan,tapi ketika kau bertolaktinggalkan dunia ini,bagaimana kiranya keadaanmu?Pelajarilah suatu perniagaanyang akan memberimu ampunan.Di semesta dibalik semesta ini,terdapat pula jual-beli dan perniagaan.Keuntungannya sedemikian rupa:dunia ini bagaikan mainan dibandingkan dengannya.Bagaikan kanak-kanak yang sedang berkhayalberjual-beli di toko kembang-gula,dunia ini sebuah permainan.Ketika malam tiba,si anak pulang ke rumah:lapar,sendirian. Catatan:Karena tak paham akan kedudukan alam-dunia ini sebagai sarana pendidikan 'aql di qalb, maka ketika tiba saatnya beranjak ke alam barzakh, 'aql di qalb seseorang itu masih belum cerdas. Bagaikan kanak-kanak. Sehingga tak siap dengan tantangan di alam barzakh yang jauh lebih…
Read More
Tanpa Cinta

Tanpa Cinta

Foto, makam lama Bunda Khadijah, di Jannatul-Ma'la Tanpa Cintasemua pengabdian terasa bagai beban,semua kegiatan hanya rutinitas,semua bunyi terdengar sumbang.Hujan yang tercurah dari langitboleh jadi, semuanya jatuh di laut;Tanpa Cinta,tak satu butirpun tumbuh menjadi mutiara. Catatan:“Aku adalah Khazanah Tersembunyi. Aku Cinta (hubb) untuk dikenal.Maka Ku-ciptakan makhluk agar Aku dikenali”(begitu kurang lebih artikulasi agak bebas dari sebuah Hadits Qudsi). Landasan dari penciptaan adalah “Cinta.” Hanya dengan anugerah Cinta dari Sang Kekasih, makhluk dapat mencintai-Nya.Tanpa mencintai-Nya tak ada pengenalan. Tanpa pengenalan tak ada pengabdian.Tak ada sikap "rahmaniah" kepada sesama makhluk. Peran sentral Rasulullah saw:“Jika engkau mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan…
Read More
Menghadapkan Wajah kepada Sang Kekasih

Menghadapkan Wajah kepada Sang Kekasih

Semua orang sibuk di dunia ini.Ada yang sibuk dengan cintanya pada para wanita, ada yang asyik dengan hartanya, mencari uang, atau belajar--dan semuanya percaya bahwa kemaslahatan dan kebahagiaannya bergantung pada apa yang dicarinya. Dan itu semua juga merupakan rahmat Allah.Ketika seorang manusia mencari sesuatu yang dikira dibutuhkannya, lalu tak ditemukannya, dia akan membelakangi hal itu. Setelah jeda mencari sejenak dia akan berkata: “Kebahagiaan dan rahmat mesti dicari. Mungkin aku masih kurang keras berupaya. Kalau begitu, akan kuusahakan terus.”Ketika dia terus mencari, dan yang dicarinya itu masih juga belum ditemukannya, dia terus berupaya, sampai rahmat itu tersingkap mewujud kepadanya. Barulah disadarinya,…
Read More
Musuhku Diriku Sendiri

Musuhku Diriku Sendiri

difoto Harnaka Harno, di GeoPark Ciletuh, Februari, 2016 Bukanlah aku, seperti seekor singa perkasa,mampu tundukkan musuh-musuhku.Jika kudapattundukkan diriku sendiri,cukuplah itu bagiku.Sungguhpun aku,serendah-hitam tanah,karena yang kurawatadalah sebutir bibitbernama Cinta,kan kutumbuh-kembangkanbunga lily putih di padang rumput.Ketika aku dalam gelap gulitamerintihkan perpisahan,selalu kuyakinaku akan menembus,menebarkan cahaya,di tengah gelapnya malam.Ada api bernyala dalam diriku,walau ragaku pucat dan lusuh.Karena aku akan membubung naik,bagai asap,keluar menembus penjaraku.Aku seorang anak kecil,guruku adalah Cinta,tentu guruku takkan biarkankutumbuh jadi seorang bodoh. Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal 1523.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nader Khalili,dalam Rumi: Fountain of Fire,Burning Gate Press, 1994. 
Read More
Cinta yang Menghidupkan

Cinta yang Menghidupkan

Rammang-rammang, Juli 2018 Cinta pada yang mati takkan abadi,karena yang mati takkan kembali.Tetapi cinta pada yang hidupdi setiap saatnya lebih segar, daripada sekuntum bunga:baik bagi mata batiniahmaupun mata lahiriah.Pilihlah cinta dari Yang Maha Hidup,yang Abadi, yang memberimu khamr: [1]yang meningkatkan kehidupanmu.Pilihlah cinta dari-Nya;dari cinta-Nyalah, semua nabi memperoleh kekuatan dan kemenangan.Jangan kau katakan,"Sang Raja tak mampu kita jangkau."Berurusan dengan yang Maha Pemurahsama sekali tidak sulit. Catatan:[1] Maksudnya, "anggur ruhaniah," pengetahuan ruhaniah yang menghidupkan qalb seorang pencari, dan membuat inderanya ragawinya fana' lalu membuat indera qalb-nya hidup. Sumber:Rumi: Matsnavi I:  217 - 221Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.Pertama kali…
Read More
Berlindung pada Kesucian

Berlindung pada Kesucian

Masjid Menara Kudus, 2025 Jangan bawa pedang kayu ke medan perang.Berupayalah mencari pedang baja;lalu majulah dengan gembira.Perlindungan seorang sucibagaikan pedang al-Haqq:waktu yang kau curahkan bersamanyasetara nilainya dengan secangkir air kehidupan.Semua orang bijak sepakat:seorang yang 'arif billahadalah rahmat Tuhan bagi makhluk-makhluk-Nya.Kebersamaan dengan seorang sucimembuatmu bagaikan seperti dirinya.Walau kau sebelumnya bagaikan batuatau granit,kau akan menjadi bagai sebutir permata,saat kau menemukan seorang pemilik qalb.Tanamkanlah kecintaaan kepada orang sucidalam-dalam di dalam jiwamu;jangan kau curahkan hatimu pada sesuatupun,tetapi cintailah mereka,yang qalb-nya membawa berita gembira.Janganlah kau hampiri keputus-asaan,dekaplah harapan.Janganlah kau bertolak ke arah kegelapan,matahari ruhaniah itu sungguh ada.Aspirasi hatimu akan memandumuke arah seorang pemilik qalb,sementara syahwatmu…
Read More
Menatap Khazanah-Nya

Menatap Khazanah-Nya

Pada sebuah tengah malam di Masjid Nabawi, Sya'ban 1445H Penglihatan seorang pencari kebenaranmenembus yang mewujud,menatap yang tersembunyi.Apa yang dicerap panca indrahanya bagai sebuah bayangan.Kita semua tengah mencari sesuatuyang belum tampil dalam wujud:pengemis mencari recehan,pedagang mencari untung,petani menanti panen,murid mencari ilmu,dan sang pencari, pencerahan.Ketiadaan adalah gudang khazanah Tuhan,yang isinya sedang menurun, mewujud. Sumber:Rumi: Matsnavi VI: 1360 - 1367.Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin. Tercantum dalam bukuRumi’s Little Book of Life:The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,Hampton Road Publishing, Inc, 2012
Read More
Hembusan Keikhlasan

Hembusan Keikhlasan

Foto, dari Saung Ranggon, 7 Mei, 2025 Air dan tanah lempungketika menghirup hembusan Isa as,mengembangkan bulu dan sayap,menjadi seekor burung,dan terbang.Puja-pujimu pada Tuhanadalah hembusan dari jasadmu,yang terbentuk dari air dan tanah lempung:ia dapat menjadi seekor burung di Jannah,jika kau naikkan dengan keikhlasandari dasar hatimu. Catatan:"... sesungguhnya aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah yang berbentuk seperti burung. Lalu, aku meniupnya sehingga menjadi seekor burung dengan izin Allah..."(QS 'Ali Imran [3]: 49) Sumber:Rumi: Matsnavi I: 866 - 67.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Read More