hersoe

173 Posts

Hanya Engkau

Dari seluruh semesta, hanya Engkau saja yang kupilih, Apakah Engkau akan membiarkanku duduk bersedih? Hatiku bagaikan pena, dalam genggaman tanganmu. Engkaulah sebab gembiraku, atau sedihku. Kecuali yang Engkau kehendaki, apakah yang kumiliki? Kecuali yang Engkau perlihatkan, apakah yang kulihat? Engkaulah yang menumbuhkanku: ketika aku sebatang duri, ketika aku sekuntum mawar; ketika aku seharum mawar, ketika duri-duriku dicabut. Jika Engkau tetapkan aku demikian, maka demikianlah aku. Jika Engkau kehendaki aku seperti ini, maka seperti inilah aku. Di dalam wahana, tempat engkau mewarnai jiwaku, siapakah aku? apakah yang kusukai? apakah yang kubenci? Engkaulah yang Awal, dan kiranya, Engkau akan menjadi yang Akhir;…
Read More

Jika tidak Untukmu

Jika ada seseorang yang lisannya fasih, adanya pendengar akan membuatnya tampil. Semangat dan enersi seorang pengajar, bersumber dari muridnya. Boleh jadi seorang pemetik harpa menguasai dua-puluh empat macam gaya bermusik, tapi tanpa seorang pendengar, alat musiknya berubah jadi beban: tiada nada mampir ke ingatannya, sepuluh jarinya jadi kaku. Jika tidak ada yang mendengar pesan dari Yang tak-Terlihat, tiada nabi membawa wahyu dari Langit. Dan jika tiada mata melihat karya-karya Rabb, tak akan langit berputar, takkan pula bumi tersenyum dalam kesuburannya yang lembut. "Jika tidak untukmu," artinya           [1] seluruh penciptaan itu ditujukan bagi penglihatan yang memahami…
Read More
Hanya Budak-Nya yang Merdeka

Hanya Budak-Nya yang Merdeka

Gerbang ar-Rahmah, Maret 2024 Laut takkan membiarkan penghuninya mentas,tak pula membiarkan penghuni daratanmasuk ke dalamnya.Air adalah rumah bagi ikan,binatang berbobot menapaki muka bumi:Tak ada siasat atau kiat bisa mengubahpengaturan ini.Ketetapan Ilahiah mengunci begitu kuatnya,dan satu-satunya pembuka adalah Rabb:Melekatlah kepada penyerahan-diri dan ketundukanterhadap kehendak Rabb.Walaupun anak-kunci dibentuk dengan benar,atom demi atomnya, tiada kunci yang bisa dibukakecuali oleh Rahmat Ilahiah.Ketika kau lupakan akal-akalanmu sendiri,kebahagian akan datang padamudari terpandunya engkau.Ketika engkau lupakan dirimu sendiri,engkau akan diingat oleh-Nya.Ketika engkau telah menjadi budak-Nya,barulah engkau merdeka. Sumber: Rumi: Matsnavi III 3071 - 3076.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Read More