Kebajikan Air

Kebajikan Air

Maribaya, 2012. Diturunkan air berbentuk hujandari langit penuh bintang,[1]agar ia membersihkan kotorandan ketidak-murnian. Pandang lah bagaimana air membasuh ketidak-sucian; dan bagaimana Allah Maha Tinggi memurnikan air itu sendiri dan ketidak-murniannya. Tak diragukan lagi, Allah Maha Tinggi itu paling Murni dan Suci. Ketika air memerangi ketidak-murnian dan menjadi kotor ––sedemikian rupa[2] sehingga tak bisa lagi ia membersihkan–– Allah Maha Penyayang membawanya ke Samudera Kebenaran: di sanaHakikat Air memurnikannya kembali.[3] Tahun berikutnya, dia akan datang kembali, memakai jubah yang bersih,[4]panjang menjuntai. Bertanya Bumi kepadanya, "Ke mana saja engkau pergi?" Dan dia menjawab, "Ke dalam Samudera Kebaikan yang manis. Kotor aku ketika bertolak dari tempat ini,…
Read More
Setiap Saat Beranjak

Setiap Saat Beranjak

Dari atas perahu yang meluncur cepat,mengikuti aliran deras ke hilir,persepsi kita menampaksemak di tepi sungai melesat ke belakang.Demikianlah, pada setiap saat,kita beranjak tinggalkan dunia ini;tapi tampak bagi kitadunialah yang bergerak cepat. Sumber:Rumi: Rubaiyat, nomor belum ditemukan.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry,dalam Rubaiyat of Jalal al-Din Rumi, 1949.  
Read More
Mengapa Sedemikian Betah

Mengapa Sedemikian Betah

foto dari wallpapersden Sang Kekasih menatapkupenuh sayang, dan berkata,"bisakah kau hidup tanpa Aku?"Kujawab tegas,"tanpa-Mu, bagiku bagai ikan tanpa air.""Jika begitu," Ia bertanya,"mengapa sedemikian betahkau tinggal di padang kering ini?" Sumber:Rumi: Rubaiyat #334Terjemahan ke Bahasa Inggris olehJonathan Star dan Shahram Shiva,dalam A Garden Beyond Paradise,Bantam Books, 1992.
Read More