Tingkatkanlah Kehausanmu

Tingkatkanlah Kehausanmu

Siti Maryam menggendong bayi Isa, dari wikipedia Adalah kesakitan luar-biasa Siti Maryam,yang membuat bayi Isa mulai berbicarasejak dari buaian.Apapun yang tumbuh,berkembang bagi kepentingan mereka yang perlu;sehingga sang pencari dapat menemukanapa yang dicarinya.Rabb yang Maha Tinggitelah menciptakan lelangit,agar berbagai keperluan dapat terpenuhi.Dimana ada sakit,kesanalah obat menuju;dimana ada kefakiran,ke situ rezeki mengalir.Ketika muncul pertanyaan sulit,kesitu lah jawaban bergerak;dimana perahu berada,ke situlah air mengalir.Tak perlu air dicari:tingkatkanlah kehausanmu,sampai air memancar dari atas dan bawah dirimu.Ketika sang jabang bayi menangis kehausan,barulah susu memancar dari dada ibunya. Catatan:Didalam kitab al-Hikamnya yang termasyhur, Ibn 'Athailah, mursyid ke 3 Tarekat Syatariah, menyampaikan:"Nyatakanlah sifat-sifat kehambaan-Mu, niscaya Dia akan…
Read More
Tanpa Cinta

Tanpa Cinta

Foto, makam lama Bunda Khadijah, di Jannatul-Ma'la Tanpa Cintasemua pengabdian terasa bagai beban,semua kegiatan hanya rutinitas,semua bunyi terdengar sumbang.Hujan yang tercurah dari langitboleh jadi, semuanya jatuh di laut;Tanpa Cinta,tak satu butirpun tumbuh menjadi mutiara. Catatan:“Aku adalah Khazanah Tersembunyi. Aku Cinta (hubb) untuk dikenal.Maka Ku-ciptakan makhluk agar Aku dikenali”(begitu kurang lebih artikulasi agak bebas dari sebuah Hadits Qudsi). Landasan dari penciptaan adalah “Cinta.” Hanya dengan anugerah Cinta dari Sang Kekasih, makhluk dapat mencintai-Nya.Tanpa mencintai-Nya tak ada pengenalan. Tanpa pengenalan tak ada pengabdian.Tak ada sikap "rahmaniah" kepada sesama makhluk. Peran sentral Rasulullah saw:“Jika engkau mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan…
Read More
Hembusan Keikhlasan

Hembusan Keikhlasan

Foto, dari Saung Ranggon, 7 Mei, 2025 Air dan tanah lempungketika menghirup hembusan Isa as,mengembangkan bulu dan sayap,menjadi seekor burung,dan terbang.Puja-pujimu pada Tuhanadalah hembusan dari jasadmu,yang terbentuk dari air dan tanah lempung:ia dapat menjadi seekor burung di Jannah,jika kau naikkan dengan keikhlasandari dasar hatimu. Catatan:"... sesungguhnya aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah yang berbentuk seperti burung. Lalu, aku meniupnya sehingga menjadi seekor burung dengan izin Allah..."(QS 'Ali Imran [3]: 49) Sumber:Rumi: Matsnavi I: 866 - 67.Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Read More
Terbanglah Wahai Jiwa

Terbanglah Wahai Jiwa

Foto oleh rejaul karim dari unsplash. Mengapakah jiwa tak terbang mengangkasa, ketika dari Hadirat yang Agung, sebuah ajakan nan ramah: 'Naiklah!' tertuju padanya? Mengapa seekor ikan tak melompat dengan gesit, dari tanah yang kerontang ke dalam air, ketika sampai ke telinganya, suara debur ombak dari lautan yang dingin ?Mengapakah seekor elang tak melesat dari sarangnya, menuju lengan Sang Raja; ketika didengarnya suara genderang, memberi perintah, 'kembalilah' ?Mengapakah tak setiap pejalan menari, bagaikan pendaran zarah, di hadapan Matahari Keabadian; yang menyelamatkannya dari kelapukan?Di hadapan yang Maha Agung dan Maha Indah, yang Maha Cantik, Sang Penganugerah kehidupan. Sungguh kejahilan dan kemalangan, jika…
Read More

Rahmat-Nya yang Tersembunyi

"Pelana" Gunung Gede, Cipanas, Cianjur, Juli 2023 Engkau bagai Langitdan aku seperti Bumi,yang terpesona pada apa-apayang Kau tumbuhkan dalam hatiku.Haus aku, kering bibirku,hanya rahmat-Mu berupa hujanyang dapat mengubah bumi menjadi sebuah taman mawar.Karena-Mu ia mengandung sesuatudan Engkaulah yang tahu bebannya.Ia bergetar, ia berputar, ia merintih,ia melahirkan suatu dambaan Ilahiah.Sang Kekasih merawat pencinta-Nyadan melimpahi mereka bermacam hidangan.Terkadang diikat-Nya merekadengan tali nalar fikiran;kali lain dibebaskannya mereka agar menari.Pandanglah taman penuh aneka bunga,tak mampu mereka menahan luapan kegembiraan.Pandanglah kuasa Ilahiah Sang Tunggalmengubah tanah lempung hina menjadi bentuk yang anggun.Semua yang kita tatap ini adalah hijabdari Matahari yang tak pernah tenggelam itu;Matahari yang sudah…
Read More

Wahai Pencari, Berhijrahlah

Flying over Maros un the way home, Feb 12, 2017 Jika pohon punya sayap atau kaki, tentulah ia bisa bergerak, sehingga tak diterimanya sakit dari mata gergaji atau dari pukulan kampak. Dan jika matahari tak bergegas ketika malam tiba, bagaimanakah bumi akan diterangi ketika fajar merekah. Dan jika air tidak menguap dari laut ke langit, kapankah taman akan dialiri sungai dan dibasahi hujan. Ketika setitik benih bergerak dari sumbernya ke tujuan, ditemukannya rumahnya, dan lalu menjadi sebutir mutiara. Bukankah Yusuf, walau sambil berlinang air-mata, mengembara meninggalkan ayahnya. Bukankah dalam pengembaraan itu, dia menemukan kerajaan, ketenaran dan kemenangan? Bukankah Musthafa berhijrah,…
Read More
Mencintai Pasangan

Mencintai Pasangan

Masjid Agung Jawa Tengah, Januari 2024 Sebenarnya, tidak ada pencinta yang mencari penyatuan, tanpa yang-dicintainya mencarinya. Sementara cinta dari sang pencinta membuatnya sekurus tali-busur, maka cinta dari yang dicintai membuatnya indah dan segar. Ketika kilat cinta bagi yang-tercinta menyambar ke hati yang ini, ketahuilah, ada cinta dalam hati yang itu. Ketika cinta kepada Tuhan telah nyaring berbunyi di hatimu, tak pelak lagi, Tuhan telah mencintaimu. Tiada suara tepukan bisa terdengar hanya dari sebelah tangan. Ketika orang yang haus mengeluh: Wahai air yang lezat... Air pun mengeluh, seraya bertanya: Dimanakah sang peminum air? Kehausan di dalam jiwa-jiwa kita adalah ketertarikan yang…
Read More
Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Pagelaran Hal-hal yang Berlawanan

Gambaran Nabi Ibrahim dalam api, Sumber: The Miniatures of the Zubdat Al- TawarikhMFA- The Miniatures of the Zubdat-al-Tawarikh (bilkent.edu.tr) Sudah menjadi Kehendak dan Keputusan Dia, sang Maha Pengampun, untuk memperkenalkan dan menyingkapkan Diri-Nya. Tetapi takkan sesuatu dikenali kecuali jika ada lawannya, dan Raja tak-Tertandingi itu tak terbandingkan. Maka diangkatnya seorang khalifah, seorang insan pemilik qalb, agar menjadi cermin yang menampikan kedaulatan-Nya. Lalu dilimpahkan padanya kemurnian tak-terhingga, dan dari kebalikannya ditampilkan lawannya, yang berasal dari kegelapan. Berkibar dua panji berlawanan, putih dan hitam: yang pertama Adam; dan lainnya Syaithan, sang penghalang jalan menuju kepada-Nya. [1] Diantara ke dua kubu ini, berlangsung…
Read More
Cinta pada Pantulan Keindahan

Cinta pada Pantulan Keindahan

Foto: dari pixabay Kepada Rabb,mintalah cinta, bukan sekedar kehidupan;mintalah nutrisi bagi jiwa,bukan sekedar nasi.Semesta ciptaan berwujudbagaikan air murni, bening;memendarkan bayangan sifat-sifat Sang Pencipta. Pengetahuan, keadilan, dan kasih-sayang itubagaikan bayangan bintang-bintang di langitpada permukaan air bening yang tenang.Generasi demi generasi manusia berlalu,tapi rembulannya tetap yang itu juga.Waktu dan orang yang menghuni Bumi berubah,tapi hakekat kebijaksanaan dan keadilan, tetaplah sama.Insan berakhlak-mulia memantulkan keindahanasma-asma Sang Pencipta.Dan cinta pada keindahan akhlak itukarena cinta kepada Sang Pelimpah Keindahan. Sumber:Rumi: Matsnavi  VI: 3171 - 3183 Penerjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita Kolin.Tercantum dalam buku Rumi's Little Book of Life:The Garden of Soul. the…
Read More
Gemericik Suara Air

Gemericik Suara Air

Foto oleh Jimmy Chang on Unsplash Amal Sejati itu milik Lelaki yang mengidamkan Dia, dan demi kepentingan amal dari sisi-Nya, telah diceraikannya semua amal yang lain. Mereka yang tidak seperti dia, tak lebih bagaikan kanak-kanak, yang bermain-bersama, di beberapa hari yang singkat, sampai malam menjelang, dan mereka mangkat. Atau bagaikan orang yang baru terbangun, lalu bangkit, sambil masih mengantuk, tapi dibujuk untuk tidur kembali, oleh rayuan si perawat jahat; yang berbisik: "tidurlah kembali, sayangku, tak kan kubiarkan seorang pun mengganggu tidur nyenyakmu." Jika engkau bijak, maka engkau, engkau sedirilah, yang akan mencabut tidurmu sampai ke akar-akarnya; bagaikan orang kehausan yang…
Read More