Pusatkan Perhatianmu ke Muka

Pusatkan Perhatianmu ke Muka

di Pantai Cimaja, 2015 Sang penjelajah langit berlalu:Debu naik dan mengambang di udara;Dia melaju, tapi debu yang dia tinggalkanMasih mengambang di sini.Pusatkan penglihatanmu ke muka,Tak perlu menoleh ke kiri atau ke kanan;Debunya mengambang disini: tapi diaBerada di ketak-terbatasan. Sumber:Rumi: RubaiyatDiterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberrydalam The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More
Dengarkanlah dalam Diam

Dengarkanlah dalam Diam

Jika kau miliki telinga, dengarkanlah, Terimalah pesanku dengan jernih; Dengan Dia memenuhi seluruh isi hatimu Berpisahlah kau dari dirimu sendiri. Tutup mulutmu, ketika terangnya penglihatanmu mencerap visi yang muncul: Tak perlu kau tambahkan pendapatmu Karena semua telah kau saksikan di sana. Rumi: RubaiyatBerdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggrisoleh A.J. Arberry, 1949.
Read More
Jalan Keyakinan

Jalan Keyakinan

Ketika kau tuntun aku menapaki Jalan keyakinan Kau taruh amanah di pundakku Agar ditegakkan hingga ajal. "Tak kuat aku," kadang ku menjerit, "Beban ini terlalu berat"; Bersama-Mu aku diperkuat, Agar mampu memikul tugas. Sumber: Rumi: Rubaiyat Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry, 1949.
Read More
Kau kan Mati Sendirian

Kau kan Mati Sendirian

https://wallpaperswide.com/man_watching_the_sun-wallpapers.html Telah kau cari Hidup Sejati ke seluruh dunia, tapi kau kan mati di dalam hatimu sendiri. Kau terlahir dalam pelukan yang penuh rahmat, tapi kau kan mati sendirian. Kau tertidur di tepi sebuah danau, sambil merasa haus. Kau duduki harta karun tapi kau kan mati dalam kefakiran. Sumber:Rumi: Rubaiyat, F#1601. Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star,berdasarkan terjemahan literal oleh Shahram Shiva.Dari In the Arms of the Beloved, hal 133.Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Read More

Akhirnya Ia Menetap

Dan singgahlah ke hatiku cinta kepada-Mu, lalu ia beranjak pergi, dengan riang. Sekali lagi ia datang, tinggal sejenak, lalu bertolak pergi lagi. Dengan sopan aku mengundangnya tinggal: sebentar, barang dua, tiga hari. Akhirnya ia menetap, tak pernah lagi ia ingin tinggalkan hatiku.   (Rumi: Rubaiyat,  F#362) Penerjemah:  Zara Houshmand, ngrumi
Read More

Jelas Jalan Kembali

Engkau yang cerahkan hatiku, telah pergi; tapi tak pernah berpisah: Citramu selalu dalam penglihatanku. Cintamu selalu dalam hatiku. Ku telusur pelosok bumi, siapa tahu kau berkunjung ke sana. Senantiasa kuberharap, kan jelas akhirnya, jalanku kembali ke rumah. Sumber: A.J. Arberry, Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More

Mengapa Bangkit Hasadmu

Mengapa bangkit hasadmu di tengah lautan kepemurahan ini? Mengapa kau tolak datangnya kebahagiaan yang menggelombang? Tak seekor pun ikan pertahankan secangkir air bagaikan harta karun; ketika dia tahu, samudera luas tak pernah tolak kehadirannya. Sumber: A.J. Arberry, The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More

Semua Tengah Bermohon

Kita semua bergantung sepenuhnya pada kemaha-kuasaan Sang Pencipta. Seluruh kuasa, seluruh kekayaan, semata milik-Nya; kita pengemis rudin. Lalu mengapa kita mendaku, lebih unggul satu sama lain? Bukankah kita semua sama, tengah bermohon di muka pintu istana-Nya? Sumber: A.J. Arberry, The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More

Tiga Hari

Masa kecil sudah lama lewat Masa muda telah berlalu Usia senja tengah menjelang Dunia ini, segera lah lewati. Izin tinggal tiga hari, tak lebih itulah masa berkunjung; Wahai tamu, waktumu telah habis, silakan lanjutkan perjalanan. Sumber: A.J. Arberry, Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More

Lupa Negeri Kelahiran

Wahai insan, kau miliki sebuah negeri di balik lelangit, tapi pada tanah dan debu kau tujukan dirimu. Telah kau hujamkan citra dirimu pada permukaan bumi; melupakan negeri yang jauh tempat kelahiranmu. Sumber: Rumi: Rubaiyat Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry dalam The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.
Read More