Pintu-pintu Menuju Taman-Mu

di Masjid Kudus, Mei 2025 Wahai Kekasih,manakah yang lebih mempesona,Wajah-Mu atau al-Jannah-Mu ini,yang begini luas.Bercahayalah, wahai rembulanku,Engkaulah inspirasi,bagi semua yang menatap langit malam.Yang asam akan berubah jadi manis.Prasangka diganti dengan Kebenaran.Gerumbul duri diubah jadi mekar bunga.Seratus tubuh akan bangkit hidup kembali,dengan satu hembusan-Mu.Kau taruh pintu demi pintu di langitKau taruh harapan dalam hati insan.Kau cekam setiap kecerdasan,Kau buat kedua alam terpesona pada-Mu.Wahai Kekasih,pipimu memerah,bagai mawar.Wahai Kekasih,Engkaulah pujaan alam ini,dan alam berikutnya,dan alam-alam berikutnya.Kelopak-kelopak jagung,berupaya keras,mencoba meniru satu warna-Mu.Semua jenis kebenaranlebur jadi satudi bawah injakan kaki-Mu.Seluruh nada lagukurindu menggemakan merdunya suara-Mu.Tanpa Engkau,pasar dan perniagaan sepi.Taman dan kebun longsortersapu air bah.Kau ajari…
Read More
Mencintai Pasangan

Mencintai Pasangan

Masjid Agung Jawa Tengah, Januari 2024 Sebenarnya, tidak ada pencinta yang mencari penyatuan, tanpa yang-dicintainya mencarinya. Sementara cinta dari sang pencinta membuatnya sekurus tali-busur, maka cinta dari yang dicintai membuatnya indah dan segar. Ketika kilat cinta bagi yang-tercinta menyambar ke hati yang ini, ketahuilah, ada cinta dalam hati yang itu. Ketika cinta kepada Tuhan telah nyaring berbunyi di hatimu, tak pelak lagi, Tuhan telah mencintaimu. Tiada suara tepukan bisa terdengar hanya dari sebelah tangan. Ketika orang yang haus mengeluh: Wahai air yang lezat... Air pun mengeluh, seraya bertanya: Dimanakah sang peminum air? Kehausan di dalam jiwa-jiwa kita adalah ketertarikan yang…
Read More
Cara Sang Kekasih Mengajarkan Isyarat

Cara Sang Kekasih Mengajarkan Isyarat

Engkau niatkan menempuh seratus perjalanan: Dia menarikmu ke tempat lain. Ditariknya tali-kekang kuda ke berbagai arah agar kuda yang belum terlatih menyadari kehadiran penunggang. Kuda yang terlatih pesat larinya, karena dia tahu ada penunggang di atas punggungnya. Dia paterikan kepada hatimu seratus niat bulat; lalu Dia mengecewakanmu; lalu Dia meremukkan hatimu. Jika hanya sekali sayapmu dihancurkan, kehadiran Sang Penghancur sayap hanya sayup-sayup engkau tengarai. Tetapi karena Dia secara teratur memutuskan jaring-jaring rencanamu, maka tata-aturan Rabb bagimu akan jelas terbukti. Dalam berbagai peristiwa, terkadang keinginan dan tujuanmu tercapai. Agar melalui harapan tercapainya tujuanmu, hatimu dapat membangun sebuah niat; sehingga lalu Dia…
Read More
Lenyapnya Bayangan

Lenyapnya Bayangan

Demikian lah keadaan sang pencari yang mendambakan Hadirat Rabb-nya. Ketika Rabb tampil, sang hamba sirna. Walaupun penyatuaan dengan Rabb itu keabadiaan di atas keabadian, tapi pertama-tama itu berarti matinya sang hamba dari dirinya sendiri. Bayangan yang mencari Cahaya lenyap, ketika Cahaya-Nya tampil. Bagaimana akal akan bertahan ketika Dia memerintahkannya pergi? Semuanya sirna kecuali wajah-Nya. [1] Dihadapan wajah-Nya, musnah semua wujud dan ketiadaan: sungguh mencengangkan wujud di dalam ketiadaan. Pada hadirat ini, semua akal lenyap: ketika pena mencapai titik ini, patahlah ia. Catatan:[1]  Lihat QS al-Qashash [28]: 88. Sumber:Rumi: Matsnavi III: 4658 - 4663Dari terjemahan ke Bahasa Inggrisoleh Camille dan Kabir Helminski;berdasarkan terjemahan…
Read More
Sang Khalilullah as, Menyembelih Merak, Unggas ke Dua Pengganggu Perjalanan

Sang Khalilullah as, Menyembelih Merak, Unggas ke Dua Pengganggu Perjalanan

Foto merak dari wallpapercave.com Sekarang saatnya kita bahas merak, unggas yang dua warna bulunya, karena dia berwajah-ganda, senang pamer, haus nama-besar dan kemasyhuran. Hasratnya adalah untuk mendapat pengikut, tak peduli benar atau salah, tak peduli akibat dan nasib pengikutnya. Ia menangkap sembarang pengikut, seperti jebakan, yang tak mengerti apa tujuan tindakannya. Asal tangkap saja, tak berpengetahuan soal manfaat atau mudharat menangkap pengikut. Ia bisa habis-habisan memuji kawan-kawannya, lalu meninggalkan mereka. Seperti itu kebiasaannya sejak dulu, menjebak orang dengan cinta palsu. Wahai, apa yang kau harapkan dari kebiasanmu mencari pengikut dan bergerombol, lalu saling membanggakan dan mementingkan diri? Lihat dan buktikanlah…
Read More
Belajar Mengenali Suara

Belajar Mengenali Suara

Goofy, Gembuli, dan Gummy, trio anabul di rumah, Februari 2022. Ketika seorang teman membisikkan sebuah rahasia padamu di tengah malam; akan kau kenali siapa dia, ketika dia berbicara padamu ketika fajar tiba. Ketika kepadamu datang dua orang membawa warta di malam hari; akan kau kenali keduanya, ketika mereka berbicara padamu di siang hari. Ketika di malam hari, dan semuanya gelap: seseorang mendengar auman seekor singa dan lolongan seekor anjing, maka seorang pendengar berakal, dapat jelas membedakan keduanya ketika didengarnya kembali suara mereka di siang hari. Seperti itulah datangnya setan dan malaikat: menyodorkan pada kita apa-apa yang dikehendaki; agar bangkit kemampuan…
Read More
Khazanah Tersembunyi

Khazanah Tersembunyi

Di dalam Masjid Demak, foto oleh hs, 2014 "Wahai Rabb," Nabi Dawud as, bertanya,"Karena Engkau sedikitpun tidak membutuhkan kami, maka jelaskanlah mengapa Engkau ciptakan kedua alam?"   [1]Rabb menjawab,"Wahai insan,Aku adalah sebuah khazanah tersembunyi,  Kucinta jika khazanah kasih-sayang dan kepemurahan diungkapkan.   [2]Kutampilkan sebuah cermin:bagian mukanya adalah qalb,bagian belakangnya adalah alam dunia;Jika bagian mukanya tak engkau ketahui,maka bagian belakangnya tampak lebih baik."  [3]Jika jerami masih bercampur dengan tanah-liat,bagaimana mungkin cermin dapat berfungsi.Ketika engkau pisahkan jerami dari tanah-liat,cermin menjadi jernih.Buah-anggur tidak berubah menjadi minuman,seandainya tidak diragikan di dalam guci;Jika ingin qalb-mu tumbuh cemerlang,perlu engkau lakukan sedikit upaya.Kepada jiwa yang keluar dari tubuh,berkata Sang Raja: "Engkau datangsebagaimana engkau bertolak:dimanakah…
Read More
Rahasia Kebenaran

Rahasia Kebenaran

Saat matahari terbit di P. Peucang, Taman Nasional Ujung Kulon Rahasia kebenaran takkan terbukakarena banyaknya mengajukan pertanyaan;Tak pula karena menyerahkanseluruh harta dan kehormatan;Tapi hanya ketika telah lewat usiamulima-puluh tahun;saat hati dan matamu telah memerah-darah.Dari semua perbincangan ini,tak seorang pun menemukan jalan menuju peleburan. Catatan:1) "Bukankah telah datang atas insan, suatu ketika dari masa (ad-Dahr), saat ia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?" (QS al-Insan [76]: 1)2) "Segala seuatu, atasnya, lebur" "Dan tetap kekal wajah Rabb-mu, pemilik kebesaran dan kemuliaan." كُلُّ مَنۡ عَلَيۡهَا فَانٖ وَيَبۡقَىٰ وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ (QS ar-Rahmaan [55]: 26 - 27) Sumber:Rumi: Rubaiyat F#1088Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh…
Read More