Cahaya dan Bayangan

Cahaya dan Bayangan

Emir Bozkurt, Pexels Tak mungkin suatu semesta terpisahdari semesta-semesta lainnya.Tidak mungkin basah terpisah dari air,suatu langkah dari gerakan lainnya.Takkan padam nyala api dengan api lainnya;wahai anakku, hatiku berdarah karena cinta,jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain.Hanya matahari yang mampu enyahkan bayangan.Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan; [1]carilah kuasa ini dari Sang Matahari.Kalaupun ribuan tahun kau coba hindari,pada akhirnya, kan kau dapati bayangansenantiasa bersamamu.Yang melayanimu adalah dosa-dosamu,yang menolongmu adalah sakitmu,nyala lilinmu adalah kegelapanmu,pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu.Hal ini kan kujelaskan,hanya jika telah kuat hatimu;sebab jika remuk kristal-gelas hatimu,takkan pernah ia pulih.Mestilah engkau miliki, dan sandingkankeduanya: cahaya dan kegelapan;dengarkanlah anakku,bersujudlah dalam-dalam di…
Read More

Dalam Dekapan Sang Kekasih

Mandalasari, Agustus 2012 Akhirnya,berangkat engkau,bertolak ke alam tak-kasat mata.Sungguh mengagumkan,caramu tinggalkan alam-dunia.Kau kibaskan sayap dan bulumu,kau lepaskan diri dari sangkarmu.Mengangkasa engkau ke langit,kau capai alam jiwa.Pernah engkau bagai elang ningrat,dikurung seorang wanita tua. [1]Lalu kau dengar genderang penyeru, [2]dan melesatlah engkaulintasi ruang dan waktu.Sebagai burung yang merindu,pernah kau terbang bersama para burung hantu. [3]Ketika harum semerbak berhembusdari taman mawar,segera engkau bertolak,menjemput Sang Mawar.Anggur dari alam fana ini, [4]terkadang membuat pening kepalamu.Akhirnya, kau masuki Kedai Keabadian.Bagaikan sebatang panah [5]melesat engkau dari busur,tepat menghunjam ke inti kebahagiaan.Alam bayangan inimemberimu bermacam isyarat palsu.Tapi telah berpaling engkau dari maya,dan melangkah ke hadirat kesejatian.Kini, engkaulah…
Read More
Bagai Purnama

Bagai Purnama

sumber foto: wallpaperaccess.com Wahai jiwa yang berharga, jangan tunda lagi: tempuhlah perjalanan yang mencengangkan, menuju Lautan Makna. Ingatlah telah kau lalui banyak tahapan. Jangan kau lawan, berserahlah pada pencarian. Basuhlah sayapmu dari lumpur duniawi dan ikuti jejak para pendahulumu. Jangan tinggal di bengkel perajin tanah liat pecahkanlah kendimu, dan mengalirlah bersama arus kehidupan. Meluncurlah dari pegunungan ke laut, karena tak ada jaminan keamanan di gunung. Jangan berpaling ke timur atau ke barat mengarahlah langung ke matahari. Dari cahayanya, kau kan seperti rembulan: mulai bagai bulan mati, lalu bagai purnama. Sumber:Rumi: Divan #2873Terjemahan ke Bahasa Inggris olehMaryam Mafi dan Azima Melita…
Read More

Siapakah Dia?

Ziarah ke Mandalasari yang selalu menyegarkan Siapakah Dia?Yang memenuhi dada dengan kesedihan;lalu ketika engkau mengeluh-mengaduh pada-Nya,diubahnya kepahitanmu menjadi manis.Awalnya Dia tampil layaknya pengawas nan teliti;sampai akhirnya kau kan dapati Dia bagaikansebuah Gudang Mutiara. [1]Kekasih yang Maha Lembut:Engkaulah yang dalam sekejapmengubah keburukan menjadi kebaikan. [2]Walau awalnya jiwa si hamba serendah setan,digubah-Nya jadi secantik bidadari. [3]Sebuah pemakaman dibuat-Nyamenjadi seindah pesta perkawinan. [4]Dan Dialah yang membuat orangyang mengetahui dan menguasai duniaterbutakan dari saat dia segumpal janindalam rahim ibunya. [5]Dia yang mengubah kegelapan menjadi cahaya,yang mengubah duri menjadi kelopak mawar;Dia mencabut duri dari telapak tanganmudan menyediakan untukmu sebuahpembaringan yang tersusun dari mawar.Bagi Ibrahim, khalil-Nya,…
Read More
Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya

kawan duduk di Masjid Nabawi, Februari, 2024 Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung. Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ada desah: rendah atau tinggi yang dihembuskannya. Jika lambung dan kepalamu terasa terbakar karena berpuasa, apinya akan menghembuskan rintihan dari dadamu. Melalui api itu akan terbakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam Jalan dan cita-citamu. Jagalah agar lambungmu kosong. Merintih lah bagai sebatang seruling dan sampaikan keperluanmu kepada Rabb. Jagalah agar lambungmu kosong hingga dapat kau lantunkan bermacam rahasia layaknya sebatang seruling. Jika lambungmu selalu penuh Setan…
Read More

Rayakanlah

Ramadhan telah tiba: Rayakanlah! Perjalanan menyenangkan menuju Yang Esa, Dialah yang menemani mereka yang sedang berpuasa. Kupanjat atap, agar dapat kulihat Rembulan. Karena kurindukan berpuasa dengan hati dan jiwa. Hilang akalku saat kutatap Rembulan. Sang Sultan, rajanya puasa, membuatku mabuk. Wahai saudaraku kaum Muslim, aku telah mabuk sejak hari aku kehilangan akal. Sungguh khasanah nan indah tersimpan di dalam puasa. Sungguh terdapat padanya kemenangan yang mencengangkan. Ada Rembulan lain yang dirahasiakan selain rembulan yang ini. Ia tersembunyi di dalam tenda puasa bagaikan seorang Turki. Siapa saja yang berkehendak mendapatkan panen puasa bulan ini, carilah jalan menuju Rembulan yang itu. Yang…
Read More
Dan Tetaplah Engkau Sadar

Dan Tetaplah Engkau Sadar

Curug Citambur, 1 Juni, 2023 Wahai Sana'i,  [1]Jika tak kau temukan satu pun sahabat,Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri.Di alam dunia ini,tempat dari bermacam manusiadan beragam tugas,jadilah pelaksana dari tugasmu sendiri.Setiap pengikut dari karavan ini,mencuri perbekalannya sendiri--waspadai dan jagalah bekalmu. [2]Sebagian besar orang berjual-belikeidahan dan cinta palsu--lewati ke dua sungai kering ini,dan jadikan dirimu sungai yang deras mengalir.Jika ada kawan yang menarik tanganmuke arah hal yang tak berarti,segera tarik tanganmudan jadikan dirimu seorang penolongbagi dirimu sendiri.Ciptaan-ciptaan yang cantik ini,bagaikan lukisan indah pada kanvas,menghijab aneka keindahan qalb,sibakkan hijab dan masuklahhadirlah bersama Yang Tercinta-mu.Hadirlah bersama Yang Tercinta,jadilah insan berakal-sejati,naiklah mengatasi kedua alam,tempatilah semestamu…
Read More