Pintu-pintu Menuju Taman-Mu

di Masjid Kudus, Mei 2025 Wahai Kekasih,manakah yang lebih mempesona,Wajah-Mu atau al-Jannah-Mu ini,yang begini luas.Bercahayalah, wahai rembulanku,Engkaulah inspirasi,bagi semua yang menatap langit malam.Yang asam akan berubah jadi manis.Prasangka diganti dengan Kebenaran.Gerumbul duri diubah jadi mekar bunga.Seratus tubuh akan bangkit hidup kembali,dengan satu hembusan-Mu.Kau taruh pintu demi pintu di langitKau taruh harapan dalam hati insan.Kau cekam setiap kecerdasan,Kau buat kedua alam terpesona pada-Mu.Wahai Kekasih,pipimu memerah,bagai mawar.Wahai Kekasih,Engkaulah pujaan alam ini,dan alam berikutnya,dan alam-alam berikutnya.Kelopak-kelopak jagung,berupaya keras,mencoba meniru satu warna-Mu.Semua jenis kebenaranlebur jadi satudi bawah injakan kaki-Mu.Seluruh nada lagukurindu menggemakan merdunya suara-Mu.Tanpa Engkau,pasar dan perniagaan sepi.Taman dan kebun longsortersapu air bah.Kau ajari…
Read More

Dalam Dekapan Sang Kekasih

Mandalasari, Agustus 2012 Akhirnya,berangkat engkau,bertolak ke alam tak-kasat mata.Sungguh mengagumkan,caramu tinggalkan alam-dunia.Kau kibaskan sayap dan bulumu,kau lepaskan diri dari sangkarmu.Mengangkasa engkau ke langit,kau capai alam jiwa.Pernah engkau bagai elang ningrat,dikurung seorang wanita tua. [1]Lalu kau dengar genderang penyeru, [2]dan melesatlah engkaulintasi ruang dan waktu.Sebagai burung yang merindu,pernah kau terbang bersama para burung hantu. [3]Ketika harum semerbak berhembusdari taman mawar,segera engkau bertolak,menjemput Sang Mawar.Anggur dari alam fana ini, [4]terkadang membuat pening kepalamu.Akhirnya, kau masuki Kedai Keabadian.Bagaikan sebatang panah [5]melesat engkau dari busur,tepat menghunjam ke inti kebahagiaan.Alam bayangan inimemberimu bermacam isyarat palsu.Tapi telah berpaling engkau dari maya,dan melangkah ke hadirat kesejatian.Kini, engkaulah…
Read More

Hanya Engkau

Dari seluruh semesta, hanya Engkau saja yang kupilih, Apakah Engkau akan membiarkanku duduk bersedih? Hatiku bagaikan pena, dalam genggaman tanganmu. Engkaulah sebab gembiraku, atau sedihku. Kecuali yang Engkau kehendaki, apakah yang kumiliki? Kecuali yang Engkau perlihatkan, apakah yang kulihat? Engkaulah yang menumbuhkanku: ketika aku sebatang duri, ketika aku sekuntum mawar; ketika aku seharum mawar, ketika duri-duriku dicabut. Jika Engkau tetapkan aku demikian, maka demikianlah aku. Jika Engkau kehendaki aku seperti ini, maka seperti inilah aku. Di dalam wahana, tempat engkau mewarnai jiwaku, siapakah aku? apakah yang kusukai? apakah yang kubenci? Engkaulah yang Awal, dan kiranya, Engkau akan menjadi yang Akhir;…
Read More