
Yang kupanen dari rasa sakitku
adalah obat khusus untukku dan kedamaian.
Ku tenggelam ke titik nadir, lalu dibangkitkan:
bagai pulihnya iman dari kekufuran.
Ketika raga, hati dan jiwa terserak-serak,
jalan menghilang.
Sampai raga mencair ke dalam hati,
hati mencair ke dalam jiwa,
dan jiwa ke dalam cinta itu sendiri.
Sumber:
Rumi: Rubaiyat, F#262
Penerjemah: Zara Houshmand, ngrumi.