Bahkan Isa Putra Maryam (as) pun Menyingkir

foto diambil dari Jesus in Islam – Wikipedia

Catatan:
[1] “Ingatlah ketika al-Malaikat berkata: 
‘Yaa Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakanmu 
dengan kalimah dari-Nya, namanya 
al-Masih ‘Isa putra Maryam,
seorang terkemuka di dunia dan diakhirat, dan termasuk
yang didekatkan.”

(QS [3]: 45)

[2] “Dan sebagai utusan bagi Bani Israil, ‘Sesungguhnya aku
telah datang kepadamu membawa sebuah tanda dari Tuhanmu,
yaitu aku membuat untukmu suatu bentuk burung dari tanah-liat,
lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan
seizin Allah; aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan
yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang yang mati
dengan seizin Allah; dan aku kabarkan padamu apa yang kamu
makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu’ 
… “
(QS [3]: 49)

[3] Karenanya al-Malaikat diminta bersujud (QS [2]: 34)

[4] Asma-Nya yang Teragung (ismul-azham).
Secara umum nama “Allah” dipandang sebagai Nama Tuhan yang terbesar,
karena menghimpun 99 asmaul-husna nama-nama Tuhan lainnya yang
tak-terhingga.

Boleh jadi yang dimaksud disini adalah mengenai ajaran sementara Sufi
bahwa Allah mengizinkan sedikit diantara hamba-Nya yang terpilih untuk
mengetahui Nama-Nya yang paling agung (dan paling tersembunyi);
yang dengan menggunakan asma itu mereka melakukan mujizat
(bagi para Nabi) dan karamah (bagi para Wali).

Terkait dengan ini Rumi mengisahkan tentang seorang tolol yang meminta
Isa putra Maryam untuk mengajari “asma tersembunyi yang dengan itu engkau
menghidupkan orang yang sudah mati” (Matsnavi II: 142).

Karena si tolol ini ingin membangkitkan setumpuk tulang yang dilihatnya
dalam sebuah gua. Setelah menerima izin Allah, Isa putra Maryam mengucapkan
asma itu pada setumpuk tulang tersebut; seekor singa segera bangkit dari situ
dan memakan orang tolol tersebut.

Pada catatannya, Nicholson menjelaskan bahwa “asma tersembunyi” itu
maksudnya Nama Tuhan yang Teragung (ismu’llahi’l-a’zhamu); secara umum
dipahami sebagai “Allah”, dimana “Huwa” (Dia sebagai Dzaat) terliput di dalamnya.

Pengetahuan akan asma ini merupakan sumber dari daya yang menghasilkan
mujizat dan karamah di kalangan para Nabi dan Wali, dan dapat ditransmisikan
kepada mereka yang terpilih.

[5] Nicholson mencatat salah satu ucapan di kalangan Muslim, yang merujuk
kepada Nabi Isa, “Walaupun aku dapat melakukan keajaiban menghidupkan orang
yang sudah mati, aku tak berdaya menyembuhkan si tolol.” 


[6] “Katakanlah: Terangkanlah kepadaku, jika Allah mencabut
pendengaranmu dan penglihatanmu, dan menutup qalb-mu,
siapakah ilah selain Allah yang kuasa mengembalikannya
kepadamu …” 
(QS [6]: 46)

[7] Pelajaran bagi manusia biasa sering disampaikan-Nya melalui kiprah para Nabi
dan Wali yang sepenuhnya berserah-diri kepada-Nya.

Dengan keakraban kepada Sang Pencipta dan melimpahnya pengetahuan Ilahiah
yang dianugerahkan, para Nabi dan Wali adalah yang paling sering “hadir semata
bersama-Nya saja” dalam shalat ataupun khalwat mereka.

Justru pelajaran paling dasar ini yang sering terluput.

Terpesona pada mujizat atau karamah,  pelajaran malah sering terlewat.

[8] Isa putra Maryam a.s.  Kalimah-Nya  (realisasi Sabda-Nya), “yang terkemuka
di dunia dan di akhirat,”
seorang Nabi besar bagi kaum Muslim, yang dianugerahi
dan mewartakan tentang “Matahari Sejati” (Ruh al-Quds) di dalam diri insan sejati.

Sumber:
Rumi: Matsnavi III  2570 – 2599
Dari Mathnawi-ye Ma’nawi, terjemahan Ibrahim Gamard dari Bahasa Persia
ke Bahasa Inggris; dan dengan memeriksa terjemahan pertama
ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

By hersoe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *