Akulah Angin dan Engkau Selembar Daun

Waduk Jatiluhur, 26 Juni 2011

Catatan:
Mengingatkan akan kisah Musa as di dalam al-Qur’an [28]: 15 – 20.

Betapa perubahan pada diri Musa, sang pangeran Mesir, dimulai saat dia membela seseorang, dan memukul lawan bersengketanya. Sampai “tak sengaja” lawan orang itu tewas. Memaksanya menjadi seorang buronan di Mesir. “Remuklah gelas” (kehidupannya) berkeping-keping. Terpaksa dia melarikan diri ke Madyan. Disana, malah dia bertemu gurunya. Yang menyiapkannya menjadi seorang pemimpin. Malah menjadi seorang nabi bagi umatnya.

Pada usia sepuhnya, barulah diterangkan kepadanya (oleh Khidir as, direkam dalam QS al-Kahfi) bahwa kejadian di masa mudanya itu bukanlah suatu kebetulan. Itu adalah bagian dari penyiapan dan pendidikan baginya. Mengubahnya dari seorang pelarian menjadi seorang Insan Ilahiah, yang dekat kepada Tuhannya dan tak ternilai harganya.

Sumber:
Rumi: Rubaiyat  F#1958,
Kolliyaat-e Syams-e Tabrizi,
Disunting oleh Badiozzaman Forouzanfar
Teheran, Amir Kabir, 1988.
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand.

By hersoe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *