
Foto, makam lama Bunda Khadijah, di Jannatul-Ma’la
Tanpa Cinta
semua pengabdian terasa bagai beban,
semua kegiatan hanya rutinitas,
semua bunyi terdengar sumbang.
Hujan yang tercurah dari langit
boleh jadi, semuanya jatuh di laut;
Tanpa Cinta,
tak satu butirpun tumbuh menjadi mutiara.
Catatan:
“Aku adalah Khazanah Tersembunyi. Aku Cinta (hubb) untuk dikenal.
Maka Ku-ciptakan makhluk agar Aku dikenali”
(begitu kurang lebih artikulasi agak bebas dari sebuah Hadits Qudsi).
Landasan dari penciptaan adalah “Cinta.”
Hanya dengan anugerah Cinta dari Sang Kekasih, makhluk dapat mencintai-Nya.
Tanpa mencintai-Nya tak ada pengenalan. Tanpa pengenalan tak ada pengabdian.
Tak ada sikap “rahmaniah” kepada sesama makhluk.
Peran sentral Rasulullah saw:
“Jika engkau mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS [3]: 31)
Wallahu’alam.
Sumber:
Rumi: Rubaiyat #598
From an English translation by Jonathan Star and Shahram Shiva,
A Garden Beyond Paradise,
Bantam Books, 1992.