Siapakah Dia?

Ziarah ke Mandalasari yang selalu menyegarkan

Catatan:
[1]  Terkait dengan pengertian tentang “Khazanah Tersembunyi,”
yang telah dibahas pada puisi-puisi yang lain.

[2]  “kecuali mereka yang bertaubat, beriman dan beramal
amal yang shalih, maka sayyiah mereka diganti Allah
dengan hasanah…”

(QS Al Furqaan [25]: 70)

[3]  Ketika tenggelam dalam kejahilan jiwa seseorang dapat
merosot serendah setan; dan sebaliknya ketika sungguh bertaubat
dia dapat kembali meraih keindahan jiwanya.

[4]  Suasana ketika seorang suci dimakamkan.
Ada beberapa terjemahan di blog ini dimana Mawlana Rumi
mengisyaratkan soal tersebut.

[5]  Hakikat insan adalah jiwanya.
Salah satu momen yang menakjubkan adalah saat
jiwa itu yang didatangkan-Nya ketika janin (atau calon jasadnya)
berusia 120 hari dalam rahim ibunya.
Didalam jiwa terkandung Ruh.

[6]  “… Wahai api, jadi lah sejuk dan jadi lah keselamatan bagi Ibrahim.”
(QS [21]: 69)

[7]  “… orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan…”
(QS [3]: 134)

[8]  Salah satu pesan Rasulullah saw, dalam kutbah haji perpisahan
bagi kaum beriman adalah agar orang lain terjaga dari tangan
dan lisan mereka.

[9]  Rustam: seorang pahlawan legendaris Persia kuno.

[10] Wazir atau penasehat bagi jiwa, Ruh al-Quds.

[11] Melukiskan ketakziman seorang Mawlana Rumi kepada
Syamsuddin  (Matahari Agama) at-Tabriz.
Interaksi sepasang Waliyullah ini bagaikan Matahari dan Rembulan,
atau Langit dan Bumi, dari sini dilahirkan bermacam pembelajaran
berharga bagi para penempuh jalan taubat.

Sumber:
Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal 528
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberyy
dalam “Mystical Poems of Rumi 1”
The University of Chicago Press, 1968.

Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh ngRumi.
Pertama kali diunggah pada 27 Januari, 2015.
Dimuat di: https://ngrumi.blogspot.com/2015/01/Siapakah Dia?

By hersoe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *