
matahari tenggelam, Pelabuhan Ratu, Desember 2013
Telah kau dapatkan di dunia ini
pakaian indah dan kekayaan,
tapi ketika kau bertolak
tinggalkan dunia ini,
bagaimana kiranya keadaanmu?
Pelajarilah suatu perniagaan
yang akan memberimu ampunan.
Di semesta dibalik semesta ini,
terdapat pula jual-beli dan perniagaan.
Keuntungannya sedemikian rupa:
dunia ini bagaikan mainan
dibandingkan dengannya.
Bagaikan kanak-kanak yang sedang berkhayal
berjual-beli di toko kembang-gula,
dunia ini sebuah permainan.
Ketika malam tiba,
si anak pulang ke rumah:lapar,
sendirian.
Catatan:
Karena tak paham akan kedudukan alam-dunia ini sebagai sarana pendidikan ‘aql di qalb, maka ketika tiba saatnya beranjak ke alam barzakh, ‘aql di qalb seseorang itu masih belum cerdas. Bagaikan kanak-kanak. Sehingga tak siap dengan tantangan di alam barzakh yang jauh lebih dahsyat daripada alam dunia.
Tidakkah mereka berjalan di bumi sehingga hati mereka dapat memahami atau telinga mereka dapat mendengar? Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang berada dalam dada.
(QS Al-Hajj [22]:46)
Sumber:
Rumi: Matsnavi II: 2593 – 2599
Versi terjemahan Bahasa Inggris oleh Camille dan Kabir Helminski.
Transliterasi dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra