
Mata kita tak dapat melihat Rabb,
Dialah yang menyaksikan kita.
Bentuk muncul dari ruh,
sebagaimana pembicaraan
muncul dari pemikiran.
Kita tak tahu,
darimana lautan pemikiran muncul,
tapi jika gelombang pemikiran mulia
dan murni, maka kita tahu lautan
darimana mereka muncul,
mulia pula adanya.
Bentuk-bentuk muncul dari Sabda
dan lalu lenyap, surut bagai gelombang
kembali ke laut.
Demikian pula kita,
setiap saat kita mati
dan kembali pada-Nya.
Tampilan semesta terbarui terus menerus,
sementara kepada kita tampaknya seperti
tetap sama.
Demikianlah, kepada-Nya kita semua
dikembalikan.
Sumber:
Rumi: Matsnavi I: 1135 – 44
Penerjemah ke Bahasa Inggris oleh
Maryam Mafi dan Azima Melita Kolin.
Tercantum dalam buku
Rumi’s Little Book of Life:
The Garden of Soul, the Heart and the Spirit,
Hampton Road Publishing, Inc, 2012.