Dalam Dekapan Sang Kekasih

Mandalasari, Agustus 2012

Catatan:

[1] Periksa “Kisah Elang Sang Raja,”
  https://ngrumi.blogspot.com/2011/07/kisah-elang-sang-raja.html
Juga di: Kisah Elang Sang Raja – ngRumi

[2] Suara panggilan dari Sang Raja.

[3] Jati-diri sang pencari kesejatian takkan dikenali
para pencinta dunia.

[4] Fenomena alam-dunia itu bayangan buram dari realitas
sebenarnya yang tersembunyi. “Kedai Keabadian,” wilayah
Yang Tercinta.

[5] “Anak-panah,” melambangkan “jiwa” sementara
“busur” adalah raga.

[6] “Matahari,” Sang Ruh yang tersembunyi dalam diri
sang hamba.

[7] Sepasang sayap, “takut” dan “harap.”

[8] “Mawar,” melambangkan Akal Sejati, perangkat untuk
memahami ilmu dan hikmah.

[9] “Air” disini melambangkan ilmu yang dibawa turun ke alam
dunia ini oleh Insan Ilahiah.

[10] Kata selalu gagal menyampaikan realitas sebenarnya.


Sumber:
Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, Ghazal 3051

Ode no 48 pada Nicholson: Divan-e Shams-e Tabriz.
IBEX Publishers, Inc, 2001 (cetak-ulang, peringatan
100 tahun karya rintisan terjemahan Divan Rumi
ke Bahasa Inggris oleh Nicholson).

Juga dari Arberry: Mystical Poems of Rumi 2.
The University of Chicago Press, 1991.

Juga dari Jonathan Star: In The Arms of the Beloved,
Jeremy P. Tarcher/Putnam, New York 1997.

By hersoe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *