
Ada dua jenis kecerdasan. Yang pertama, seperti yang diperoleh seorang anak di sekolah, dari buku dan guru; ide-ide dan hafalan. Kecerdasanmu mungkin mengungguli yang lain, tetapi memelihara semua pengetahuan itu adalah sebuah beban berat. Engkau yang begitu sibuk mencari pengetahuan, seharusnya menjadi sebuah lembar penyimpan; akan tetapi--lembar penyimpan yang terjaga-- adalah seorang insan yang telah jauh melampaui itu. Karena ada jenis kecerdasan yang lain, sebuah pemberian Rabb: mata-airnya tersimpan dalam di dasar jiwa. Ketika air pengetahuan pemberian Rabb memancar dari dada, tak pernah alirannya mandek atau keruh. Jika saluran keluarnya terhambat, kerugian apa yang diakibatkannya? Karena ia mengalir terus dari rumah qalb. Pengetahuan yang dipelajari itu bagaikan pipa penyalur yang tersambung dari jalan, masuk kerumahmu; jika pipa itu tersumbat, rumahmu kering. Carilah mata-air didalam dirimu sendiri.
Catatan:
Mengenai“ilmu yang dilimpahkan-Nya,” mengingatkan kepada sepenggal ayat,
“Akan tetapi ia adalah ayat-ayat yang nyata didalam dada orang-orang yang diberi ilmu (‘utul-ilma)…”
(QS al-Ankabuut [29]: 49)
Pertama kali diterjemahkan pada 15 Oktober 2019, dan diunggah di:
https://ngrumi.blogspot.com/2019/10/dua-jenis-kecerdasan.html
Sumber:
Rumi: Matsnavi IV: 1960 – 68
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh
Camille dan Kabir Helminski,
dalam “Rumi: Jewels of Rememberance,”
Threshold Books, 1996.
Berdasarkan terjemahan dari Bahasa Persia
oleh Yahya Monastra.